Beranda » Pengungsi Gempa di Jepang Tengah Disarankan Waspadai Tanah Longsor dan Masalah Kesehatan

Pengungsi Gempa di Jepang Tengah Disarankan Waspadai Tanah Longsor dan Masalah Kesehatan

NIINDO – Pemerintah Prefektur Ishikawa di Jepang tengah mengatakan jumlah korban jiwa akibat gempa bumi dahsyat pada Tahun Baru mencapai 236 orang, hingga pukul 2 siang pada Minggu (28/01/2024).

Jumlah tersebut termasuk 15 orang yang diduga meninggal dengan sebab terkait bencana. Kantor Kabinet mendefinisikan “kematian terkait bencana” sebagai kematian yang disebabkan oleh alasan-alasan seperti memburuknya kesehatan setelah bencana, dan bukan disebabkan langsung oleh peristiwa itu sendiri, seperti gempa bumi dan tsunami.

Prefektur Ishikawa mengatakan hingga pukul 2 siang Minggu, 14.544 orang berlindung di 489 pusat pengungsian.

BACA JUGA : Di Jepang 11 Juta Rumah Terbengkalai hingga Dijual Murah, Ini Alasannya

Pihak berwenang menyarankan agar berhati-hati terhadap hipotermia, dengan mengambil tindakan pencegahan seperti menggunakan selimut agar tetap hangat. Pengungsi juga didesak untuk menghindari apa yang disebut sindrom kelas ekonomi dengan berolahraga untuk mengurangi penyumbatan pembuluh darah, yang dalam skenario terburuk bisa menyebabkan kematian.

Warga harus mewaspadai kemungkinan terjadinya tanah longsor karena gempa yang terus terjadi membuat tanah menjadi gembur.

Jumlah gempa di wilayah Noto dan sekitarnya makin berkurang, tetapi aktivitas seismik masih tinggi.

Hingga pukul 4 sore hari Minggu, 1.536 gempa dengan intensitas 1 atau lebih tinggi pada skala Jepang dari nol hingga 7 telah teramati.

Pejabat cuaca mendesak masyarakat agar tetap waspada terhadap gempa berintensitas 5 kuat atau lebih.

Dikutip dari NHK WORLD JAPAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.