NIINDO.COM – Sebuah survei menemukan bahwa para perawat di fasilitas lansia dan penyandang disabilitas bekerja di bawah tekanan ekstrem setelah gempa besar yang melanda Semenanjung Noto pada Hari Tahun Baru.
Jaringan Sukarelawan Bantuan Kesejahteraan Noto mengirimkan pasokan bantuan dan menyurvei 12 fasilitas kesejahteraan di Kota Wajima, Kota Anamizu, dan Kota Nanao di Provinsi Ishikawa pada Sabtu (06/01/2024) dan Minggu (07/01/2024).
Jaringan tersebut mencakup organisasi nirlaba dan peneliti universitas yang mendukung fasilitas kesejahteraan di wilayah itu.
Kelompok tersebut mengatakan kesembilan fasilitas yang menjawab pertanyaan mengatakan beberapa staf mereka tidak dapat lapor masuk kerja atau masih belum ditemukan. Fasilitas tersebut mengatakan mereka terus memberikan dukungan dalam situasi sulit.
Salah satu fasilitas mengatakan hanya sepuluh persen stafnya yang bisa masuk kerja, dan beberapa karyawan telah bekerja sejak Hari Tahun Baru.
Fasilitas lainnya mengatakan staf yang tidak bisa pulang karena rumahnya runtuh tidur di tempat kerja mereka. Beberapa fasilitas menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi mental dan fisik stafnya.
Baca juga : Obat-obatan Diterbangkan dengan Drone untuk Korban Terisolasi
Jaringan sukarelawan mengatakan ke-12 fasilitas tersebut tidak memiliki air. Beberapa fasilitas mengatakan mereka mengalami kesulitan dalam mengelola kebutuhan sanitasi dasar dan kebersihan mulut orang-orang yang mereka rawat. Fasilitas lainnya mengatakan beberapa orang yang menerima perawatan untuk demensia tidak dapat memahami situasi, dan banyak yang menjadi tidak stabil secara mental serta tidak bisa mengendalikan diri.
Dosen Universitas Bukkyo Gotoh Yukinori yang ambil bagian dalam survei tersebut mengatakan staf di fasilitas perawatan kelelahan dan bertahan hidup semata-mata karena kemauan yang keras.
Ia mengatakan beberapa perawat mulai menangis ketika pasokan bantuan dikirimkan, dan tampaknya hampir mencapai batas kemampuan.
Ia mengatakan dukungan personel harus diberikan sesegera mungkin agar perawat dapat beristirahat.
Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan hingga pukul 7 pagi pada Rabu (10/01/2024), 145 fasilitas untuk lansia dan 32 fasilitas untuk penyandang disabilitas di Provinsi Ishikawa mengalami kerusakan akibat gempa.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
