NIINDO.COM – Sejumlah pakar mengatakan peringatan tsunami besar mungkin secara tidak langsung berkontribusi terhadap kebakaran besar yang terjadi di Kota Wajima yang dilanda gempa di Jepang tengah, karena hal ini menghalangi warga untuk mengatasi kobaran api pada tahap awal.
Kebakaran tersebut terjadi di pusat kota Wajima setelah gempa bumi dahsyat melanda pada Hari Tahun Baru. Kota ini terletak di Provinsi Ishikawa. Kobaran api menghanguskan lebih dari 200 rumah dan toko di area seluas sekitar 48.000 meter persegi.
Sebuah kelompok yang dipimpin oleh Profesor Hiroi Yu dari Universitas Tokyo melakukan survei kerusakan pada Sabtu (06/01/2023). Hiroi adalah pakar kebakaran akibat gempa.
Kelompok ini menemukan tabung gas propana hangus di lokasi terjadinya gempa. Profesor Hiroi mengatakan gas di dalam tabung mungkin telah terbakar dan menyebabkan ledakan api.
Baca juga : 200 Lebih Penerbangan dari Haneda Dibatalkan pada Sabtu
Ia yakin kebakaran dengan cepat menyebar melalui bangunan kayu di kawasan padat penduduk yang dikenal sebagai Jalan Asaichi.
Kelompok yang dipimpin Hiroi itu juga mewawancarai orang-orang yang melihat kebakaran tersebut.
Mereka mengatakan upaya awal pemadaman kebakaran tidak dapat dilakukan secara memadai, karena peringatan tsunami besar memicu warga menyelamatkan diri.
Mereka juga mengatakan petugas pemadam kebakaran yang bergegas ke lokasi kejadian tidak dapat menggunakan hidran karena pasokan air terputus.
Profesor Hiroi mengatakan kasus ini menggambarkan hal-hal buruk yang bisa terjadi ketika gempa bumi memicu kebakaran. Ia mengatakan langkah-langkah yang bertujuan meminimalkan kerusakan harus dimasukkan ke dalam program pencegahan bencana dan rencana rekonstruksi di masa depan.
Dikutip dari NHK NEWS
