NIINDO.COM – Operasi penyelamatan masih berlangsung setelah gempa mematikan melanda Provinsi Ishikawa, Jepang tengah, pada Hari Tahun Baru. Setidaknya 48 orang dipastikan tewas di Provinsi Ishikawa, tetapi jumlah tersebut bisa bertambah karena masih banyak lagi yang terjebak di bawah bangunan yang runtuh.
Badan Meteorologi Jepang telah mencabut semua peringatan waspada tsunami di sepanjang Laut Jepang setelah gempa bumi kuat melanda wilayah tersebut pada Senin (01/01/2024) sore. Namun, para pejabat memperingatkan bahwa gempa susulan yang kuat mungkin terjadi pada pekan depan, terutama dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio menyampaikan pidato pada Selasa (02/01/2024) pagi. Kishida mengatakan, “Upaya bantuan terhambat karena adanya penghalang di jalan. Hal ini juga menyulitkan pengiriman alat berat. Kami sedang memikirkan cara untuk mengamankan rute dan salah satu opsinya adalah menggunakan kapal. Kami siap melakukan apa pun yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.”
Pemadam kebakaran Kota Wajima mengatakan telah menerima lebih dari 50 laporan tentang bangunan yang runtuh dan orang-orang masih terjebak di dalamnya. Ada juga laporan orang yang tidak sadarkan diri.
Petugas pemadam kebakaran terlihat menggunakan gergaji mesin untuk masuk ke dalam bangunan yang runtuh. Orang-orang di sekitar terdengar bersorak “bertahanlah” kepada mereka yang terjebak di bawah puing-puing.
Kebakaran hebat akibat gempa juga telah menghancurkan sekitar 200 rumah di Wajima.
Baca juga : Tsunami Capai Pesisir Laut Jepang setelah Gempa Kuat
Di Kota Suzu yang berdekatan, para pejabat mengonfirmasi lebih dari 50 rumah telah rata dengan tanah.
Sementara itu di rumah sakit di Kota Wajima dan Kota Suzu, banyak yang dirawat karena cedera.
Gempa bermagnitudo 7,6 yang terjadi pada Hari Tahun Baru di Provinsi Ishikawa, Jepang tengah, mengejutkan banyak orang. Gempa tersebut juga memicu peringatan tsunami besar di provinsi tersebut.
Beberapa kota di Ishikawa terlanda tsunami. Wajima melaporkan tinggi gelombang tsunami lebih dari 120 sentimeter dan Kanazawa mencatat 90 sentimeter. Provinsi lain juga melaporkan terlihatnya tsunami.
Beberapa daerah telah terputus pasokan airnya. Warga pun mengantre untuk mendapatkan air minum. Gempa tersebut juga memicu tanah longsor di kedua kota tersebut sehingga memutus jalan-jalan utama.
Badan Meteorologi Jepang mengatakan ada hampir 180 guncangan di wilayah tersebut sejak gempa awal.
Di Provinsi Toyama yang bersebelahan, pihak berwenang mengatakan telah menerima laporan mengenai retakan di jalan dan pipa air yang rusak di beberapa lokasi.
Perusahaan Tenaga Listrik Hokuriku mengatakan telah mematikan dua generator di pembangkit listrik tenaga termal Nanao Ota di Provinsi Ishikawa.
Para pejabat mengatakan lebih dari 44.000 rumah tangga di provinsi tersebut mengalami pemadaman aliran listrik.
Terdapat beberapa fasilitas nuklir di wilayah tersebut, tetapi tidak satu pun yang melaporkan adanya keanehan besar.
Operator telepon seluler besar Jepang mengatakan juga mengalami gangguan layanan di wilayah yang terkena gempa.
Dikutip dari NHK NEWS
