Beranda » 410.000 Siswa SMP di Jepang Tunjukkan Tanda-Tanda Tak Ingin Sekolah

410.000 Siswa SMP di Jepang Tunjukkan Tanda-Tanda Tak Ingin Sekolah

NIINDO – Sebuah survei baru-baru ini menemukan bahwa diperkirakan lebih dari 400.000 siswa SMP di Jepang menunjukkan tanda-tanda yang mungkin mengarah pada tidak mau bersekolah. Dalam sejumlah kasus, mereka menolak untuk masuk ke ruang kelasnya, bahkan ketika mereka berada di sekolah.

Sebuah organisasi nirlaba, Katariba, melakukan survei tersebut pada bulan Oktober hingga November tahun ini.

Survei itu dilakukan secara daring dan diikuti oleh 5.953 siswa SMP di seluruh negeri.

Pemerintah Jepang mendefinisikan tidak ingin bersekolah sebagai ketidakhadiran di sekolah selama 30 hari atau lebih per tahun tanpa alasan yang bisa diterima seperti sakit.

Survei tersebut menemukan bahwa 277 siswa, atau 4,7 persen dari total peserta survei, tidak mau bersekolah.

Survei ini juga memperingatkan bahwa siswa lainnya menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan bahwa mereka mungkin akan mengikuti perilaku yang sama.

BACA JUGA : Polisi Jepang Tindak “Klub Pramuria” yang Diragukan

Sejumlah siswa menolak menghadiri sekolah lebih dari seminggu, tetapi tidak masuk sekolah kurang dari 30 hari.

Sejumlah lainnya datang ke sekolah, tetapi menghabiskan sebagian besar waktunya di ruang kesehatan atau di kantor kepala sekolah.

Terdapat juga siswa yang merasa jauh di lubuk hatinya bahwa mereka ingin berada di tempat lain, daripada berada di sekolah setiap hari.

Kecenderungan tersebut ditunjukkan oleh 785 atau 13,2 persen responden. Organisasi tersebut memperkirakan bahwa jumlah siswa SMP di seluruh Jepang akan berjumlah sekitar 410.000.

Jumlah tersebut bertambah 80.000 dibandingkan survei yang dilakukan oleh kelompok berbeda dengan menggunakan metode yang sama pada lima tahun lalu.

Dikutip dari NHK World – Japan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.