NIINDO – Menteri Luar Negeri Jepang Kamikawa Yoko bertemu dengan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi untuk pertama kalinya sejak menjabat pada bulan September.
Dalam pertemuan di kota Busan, Korea Selatan, pada Sabtu (25/11/2023), Kamikawa dengan tegas mendesak Cina agar segera mencabut larangan impor makanan laut Jepang, sambil sepakat mencari cara menyelesaikan isu tersebut melalui dialog dengan bersikap konstruktif dan mengakui perbedaan sikap antara kedua negara.
Cina melarang impor makanan laut Jepang setelah Jepang mulai melepaskan air yang telah diolah dan diencerkan dari PLTN Fukushima Daiichi yang rusak ke Samudra Pasifik.
Kamikawa juga menuntut pembebasan warga negara Jepang yang ditahan di Cina dan penyingkiran pelampung yang ditempatkan oleh Cina di perairan zona ekonomi eksklusif Jepang.
Ia juga menyatakan keprihatinan mendalam mengenai pelanggaran masuk berulang kali yang dilakukan kapal-kapal pemerintah Cina ke perairan teritorial Jepang di sekitar Kepulauan Senkaku, dan peningkatan aktivitas militer Cina dengan Rusia.
BACA JUGA : Jembatan Penyeberangan Baru Tingkatkan Kenyamanan di Shibuya
Jepang menguasai kepulauan Senkaku. Cina dan Taiwan mengeklaimnya. Pemerintah Jepang mempertahankan sikap tidak ada isu kedaulatan.
Kamikawa juga menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Kedua menteri menegaskan bahwa mereka akan mendorong hubungan strategis yang saling menguntungkan yang telah ditegaskan pada pertemuan puncak bilateral yang lalu, dan menjaga komunikasi yang erat di semua tingkatan demi membangun hubungan bilateral yang stabil.
Keduanya saling mengundang untuk mengunjungi negara masing-masing, yang mereka katakan akan mereka pertimbangkan.
Mereka sepakat untuk segera mengadakan dialog keamanan antara pejabat senior luar negeri dan pertahanan, serta berkoordinasi dalam mengadakan diskusi ekonomi tingkat tinggi serta pembicaraan tentang pertukaran orang dan budaya.
Dikutip dari NHK World – Japan
