NIINDO – Badan Meteorologi Jepang menyatakan kondisi atmosfer kemungkinan tetap sangat tidak stabil, terutama di Jepang utara dan kawasan Hokuriku hingga Jumat (24/11/2023).
Badan itu juga menyebutkan badai salju kemungkinan akan terjadi, terutama di Jepang bagian utara pada Jumat dan Sabtu (25/11/2023).
Badan cuaca pada Kamis menyatakan bahwa suhu meningkat di wilayah yang luas karena udara hangat dan lembap mengalir ke sistem tekanan rendah yang disertai fron. Suhu tertinggi pada siang hari diperkirakan melebihi 20 derajat Celsius di banyak tempat.
Sistem tekanan rendah diperkirakan berkembang cepat sambil bergerak menuju Laut Okhotsk. Awan hujan lokal juga tengah berkembang.
Badan Meteorologi Jepang mengimbau orang-orang agar berhati-hati terhadap hujan lebat, sambaran petir, tornado, embusan angin kencang, dan hujan es.
Setelah fron tersebut berlalu, pola tekanan musim dingin yang kuat diperkirakan akan melanda hingga Sabtu. Massa udara dingin minus 36 derajat atau lebih rendah diperkirakan akan mengalir di atas wilayah Jepang bagian utara.
BACA JUGA : Musim Dingin di Jepang Diperkirakan Lebih Hangat
Salju diperkirakan akan turun di Jepang utara, kawasan Hokuriku, dan Provinsi Niigata, terutama di sepanjang pegunungan. Penumpukan salju kemungkinan juga akan teramati di beberapa daerah dataran.
Khususnya di Jepang utara, curah salju diperkirakan mencapai 20 sentimeter di wilayah Hokkaido di sisi Laut Jepang dan Laut Okhotsk dalam periode 24 jam hingga Jumat malam, serta 30 hingga 50 sentimeter dalam 24 jam hingga Sabtu petang.
Embusan angin kencang sesaat hingga 72 kilometer per jam akan melanda Hokkaido dan Provinsi Niigata, 64,8 kilometer di Hokuriku, dan 54 kilometer di Tohoku.
Ombak tinggi dan laut yang mengganas diperkirakan terjadi di lepas pantai Hokkaido, kawasan Tohoku dan Hokuriku, serta Provinsi Niigata pada Sabtu.
Warga diimbau untuk mengikuti perkembangan cuaca terbaru karena salju lebat bisa mengakibatkan transportasi tertanggu. Badan cuaca juga mendesak orang-orang agar berhati-hati terhadap angin kencang yang merusak, listrik padam karena salju yang menempel di kabel listrik, dan ombak tinggi.
Badan Meteorologi menyebutkan pengemudi harus bersiap sejak awal dan mengganti ban musim dingin atau menggunakan rantai salju karena banyak orang tidak terbiasa dengan salju yang turun seawal ini.
Dikutip dari NHK NEWS
