NIINDO – Sou Fujimoto, perancang Osaka Expo 2025 mengakui adanya perubahan konsep desain arsiteknya yang dulunya kebanyakan model kubus (cube), kini menjadi pola bundar alias bulat.
“Desain Expo 2025 tempat pavilion utama memang tampak bulat dan di dalamnya terdiri dari berbagai pavilion dari berbagai negara peserta,” papar Sou Fujimoto baru-baru ini saat kunjungan kelompok Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta yang dipimpin Doti Windajani ke kantor Fujimoto di Tokyo.
Sou Fujimoto mengakui dulu banyak desain model cube. Namun kini lebih condong ke pola bulat-bulat.
“Seperti rancangan sebuah taman di Fukuoka, juga di Gifu Jepang dengan konsep kesatuan yang kalau dilihat dari atas tampak bulat-bulat,” kata Sou Fujimoto.
Fujimoto mengakui konsep arsiteknya saat ini sebagai upaya menyatukan semua bangsa, semua keinginan agar menjadi semakin kuat satu sama lain.
“Memang banyak sekali variasi di dunia ini dan konsep saya ingin menyatukan semuanya,” paparnya yang ditanggapi peserta IAI dengan konsep Bhineka Tunggal Ika dari Indonesia.
Baca juga : Check-In Tak Lagi Lama, Bandara Ini Pamer Layanan Antar-Jemput Koper
Lalu Fujimoto setuju dan mengiyakannya.
Perjalanan Tour Arsitek IAI kali ini merupakan salah satu cara arsitek sebagai upaya memperkaya pemikirannya dalam berkarya.
Ketiga arsitek tersebut bagian dari arsitek Jepang dengan kiprah global.
Lingkungan hidup yang juga kental di pikiran Fujimoto juga menghiasi salah satu karyanya di Tokyo seperti Institut Francois du Japon yang seolah bangunannya berada di tengah hutan rindang dan asri cantik.
“Selain asri di tengah pepohonan, tangga-tangga sirkulasi di perimeter luar terbuka diatur sangat menarik seolah menjadi bagian perbukitan. Latar belakang pendidikan Sou Fujimoto di Eropa dapat dirasakan di karya ini secara detail,” lanjut Doti.
Dalam diskusi dengan para arsitek Jepang ini, beberapa hal memiliki cara pandang/sikap yang sama terkait kolaborasi, lokal wisdom, metoda bekerja dan eksplorasi kemajuan tektonika kini dapat dirasakan.
Dikutip dari tribunnews.com
