NIINDO – Sebuah kelompok peneliti Jepang menemukan penyebab mata menunjukkan tanda-tanda alergi polen tak lama setelah terpapar serbuk sari.
Kelompok peneliti Universitas Juntendo yang dipimpin oleh lektor kepala Ando Tomoaki memublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal sains internasional JCI Insight.
Pollinosis terjadi ketika alergen dalam cangkang serbuk sari masuk ke dalam tubuh melalui mata. Mekanisme perpindahan alergen secara cepat masih belum jelas, karena mata seharusnya dilindungi oleh selaput lendir.
Para peneliti memisahkan alergen dari cangkang serbuk sari. Setelah memaparkan alergen dan cangkang pada tikus, mereka melakukan pengamatan mikroskopis terhadap reaksi tikus itu.
BACA JUGA : Wabah Influenza di Jepang Lampaui Tingkat Peringatan di 17 Provinsi
Mereka mengamati sel-sel goblet di permukaan mata menyerap dengan cepat sejumlah besar alergen saat terpapar pada cangkang dan mengirimkannya ke sel-sel imunitas.
Para peneliti juga melihat sedikit asupan alergen ketika tikus hanya terpapar alergen tersebut.
Peneliti menyimpulkan bahwa mekanisme tersebut menjelaskan penyebab tanda-tanda pollinosis muncul dengan cepat setelah terpapar serbuk sari.
Ando mengatakan studi mendalam untuk mengamati mekanisme itu dapat mengarah pada pengembangan pengobatan baru untuk pollinosis.
Dikutip dari NHK NEWS
