NIINDO.COM – Sebuah laporan pemerintah mengenai kejahatan mengatakan lebih banyak yang harus dilakukan untuk menangani penipuan lewat telepon dan penipuan lainnya yang membuat orang-orang kehilangan hampir 250 juta dolar tahun lalu.
Buku putih mengenai kejahatan tahun ini diserahkan ke pertemuan kabinet pada Jumat (24/12/2021). Dikatakan bahwa kepolisian menghadapi sekitar 614.000 pelanggaran kriminal pada 2020, yaitu jumlah paling rendah dalam era pascaperang.
BACA JUGA : Perkiraan Salju Lebat Di Pesisir Laut Jepang
Namun, kasus-kasus kejahatan siber, termasuk penipuan daring dan prostitusi anak, meningkat untuk empat tahun berturut-turut menjadi sekitar 8.700.
Laporan itu mengatakan terdapat sekitar 7.400 kasus penipuan, yaitu jumlah tertinggi sejak 2004. Kasus-kasus ini termasuk penipuan lewat telepon, di mana pelaku menipu orang agar mengirimkan uang.
Sekitar 85 persen korban berusia 65 tahun ke atas. Jumlah total kerugian adalah sekitar 28,5 miliar yen, atau sekitar 250 juta dolar.
Laporan itu menekankan perlunya bagi pemerintah dan sektor swasta, termasuk lembaga-lembaga keuangan, untuk bekerja sama guna menghadapi kejahatan ini.

Pingback: Pemerintah Jepang Siaga Penyebaran Omicron - Niindo