NIINDO.COM – Antara 15 Juli sampai dengan 15 Agustus menjadi masa musim terpanas di Jepang. Dan sekitar 15 Agustus menjadi masa Obon, yakni masa mudik besar-besaran orang Jepang ke kampung halamannya.
Di masa inilah mulai banyak bookingan transportasi.
Menurut Seibu Holdings Group Prince Hotels, jumlah pemesanan di daerah Karuizawa pada bulan Juli adalah 1,7 kali lipat dari bulan yang sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA : Lokasi Vaksinasi Skala Besar Kini Menerima Warga Yang Lebih Muda
“Deklarasi darurat sampai dengan 20 Juli dan kemudian tidak diperpanjang. Kini sudah mulai banyak booking meningkat untuk penggunaan transportasi menuju daerah,” papar Ishikaw dilansir dari R Susilo tokyo .
Dalam satu atau dua minggu terakhir, pemesanan destinasi wisata di dekat kawasan metropolitan Tokyo seperti Karuizawa dan Hakone mulai meningkat.
Orang yang bertanggung jawab mengharapkan bahwa pengumuman resmi pembatalan deklarasi akan mengaktifkan reservasi lebih lanjut.
All Nippon Airways mulai membuat reservasi untuk penerbangan domestik pada bulan Agustus, yang sejauh ini lamban.
Dikatakan bahwa penjualan tampak menjadi lebih baik dari yang diharapkan ketika penjualan waktu 7 hari dimulai pada tanggal 15 bulan ini.
Secara khusus, reservasi untuk festival Obon meningkat.
Kemudian menjadi 15 Agustus tergantung pada wilayahnya. Secara resmi, ini disebut “Urabone” disingkat menjadi Obon.
Awal Mula Legenda Obon
Dahulu kala, salah satu dari sepuluh murid besar Sakyamuni sedih karena seorang murid bernama Maudgalyayana, yang dikatakan sebagai yang pertama dalam kekuatan mistis, tidak dapat berbakti kepada ibunya yang meninggal ketika dia masih muda.
Ibunya, Shodai Nyo, jatuh ke jalan iblis lapar karena dia telah melewatkan upacara peringatan kepada Buddha selama hidupnya, dan penampilan yang menyedihkan.
Maudgalyayana memohon kepada Buddha untuk mengajarinya cara menyelamatkan ibunya.
Sakyamuni berkhotbah bahwa dia bisa menyelamatkan ibunya dari kelaparan dengan menawarkan makanan dan minuman Hyakumi pada tanggal 15 Juli dan mengundang 100.000 biksu suci untuk membuat upacara peringatan, kemudian dia bisa menyelamatkan ibunya.
Mintalah para biksu untuk membaca sutra (mantra) untuk “Shinbon”, tetapi karena “Obon” adalah waktu tersibuk bagi para biksu, mintalah mereka lebih awal.
Selama masa Obon karena masa arwah keluarga yang telah meninggal, banyak sajian film dan cerita horor di televisi Jepang.
Di masa inilah semua warga Jepang pulang kampung untuk nyekar ke makam keluarganya.
Di masa itu pulalah banyak ahli penyakit menular mengimbau agar jangan dulu pulang kampung karena ditakutkan akan muncul lagi klaster penyebaran infeksi corona yang semakin banyak lagi serta menimbulkan gelombang kelima.
