Beranda » Wisata yang Dapat Dikembangkan Selama Pandemi Covid-19

Wisata yang Dapat Dikembangkan Selama Pandemi Covid-19

NIINDO.COM – Wisata yang dapat dikembangkan selama pandemi Covid-19 . Dan  pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Bisnis hotel, restoran, dan destinasi wisata meredup.

Wisata Khusus Yang Bisa Menggeliat Selama Covid-19

Dosen Program Studi Pariwisata Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, Diaz Pranita mengatakan terdapat sembilan jenis wisata minat khusus masih bisa menggeliat dan ada peminatnya selama pandemi Covid-19.

9-jenis-wisata-yang-dapat-dikembangkan-selama-pandemi-covid-19

Wisata yang Dapat Dikembangkan Selama Pandemi Covid-19. sumber © hellosehat.com

“Jika dikembangkan, jenis wisata minat khusus ini dapat memberikan manfaat signifikan untuk perekonomian nasional dan masyarakat dibandingkan dengan wisata massal,” kata Diaz Pranita dalam seminar online ‘Tourism E-talk Series’ pada Jumat, 11 Desember 2020.

Baca juga :  Pantun Di Tetapkan Oleh UNESCO Sebagai Warisan Budaya Indonesia-Malaysia

Wisata Yang Minat Tetap Menaati Protokol Kesehatan

Selain punya potensi untuk terus berkembang, menurut Diaz, wisata minat khusus juga tetap memenuhi protokol kesehatan karena dilakukan oleh kalangan terbatas dan dalam kelompok kecil. Berikut sembilan jenis wisata minat khusus yang cocok di masa pandemi Covid-19:

  1. Wisata perdesaan
  2. Wisata pendakian gunung dan olahraga paralayang
  3. Wisata olahraga marathon
  4. Wisata bahari kapal layar atau yachting dan selam atau diving
  5. Wisata olahraga arung jeram
  6. Wisata gua dan paramotor
  7. Ekowisata
  8. Wisata hantu dan wisata milenial atau youth tourism
  9. Wisata relawan atau voluntourism
9-jenis-wisata-yang-dapat-dikembangkan-selama-pandemi-covid-19

Wisata yang Dapat Dikembangkan Selama Pandemi Covid-19. sumber ©hipwee.com

Bagi pelaku usaha wisata yang ingin mengembangkan aktivitas wisata minat khusus, Diaz Pranita menyarankan memberikan pelayanan terbaik, pengalaman paling seru, serta menjamin keamanan. Jangan tergoda untuk membuka layanan wisata dengan peserta yang terlalu banyak. “Tetap batasi jumlah peserta, pertimbangkan daya dukung dan kelestarian lingkungan,” ucap Diaz.

Yang juga penting adalah membuat perencanaan secara detil dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat, serta menciptakan citra positif pariwisata Indonesia. Diaz Pranita melanjutkan, pandemi Covid-19 membuat sudut pandang wisatawan bergeser dari ‘safety first’ menjadi ‘healthy first’. Sebab itu, penting untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga :  KJRI Osaka Terima Sertifikat SNI Manajemen Mutu & Anti Penyuapan

Tonton juga :

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.