Kembali ke Berita
Trend Bisnis22 Februari 2024

Survei: Kenaikan Upah yang Lambat pada Perusahaan Kecil di Jepang

image search: google.com

Survei: Kenaikan Upah yang Lambat pada Perusahaan Kecil di Jepang

NIINDO.COM - Sebuah survei swasta menemukan bahwa pekerja di sebagian besar perusahaan kecil dan menengah di Jepang diperkirakan akan mengalami kenaikan upah pada tahun fiskal 2024. Namun, margin kenaikannya tidak akan sebesar tahun ini.

Buruh dan manajemen saat ini sedang mendiskusikan kenaikan gaji yang berkelanjutan dalam negosiasi upah musim semi tahunan.

Survei daring tersebut dilakukan oleh Tokyo Shoko Research pada awal bulan ini. Lebih dari 3.800 perusahaan kecil di seluruh negeri merespons.

Survei itu menunjukkan bahwa 85 persen responden merencanakan kenaikan upah pada tahun fiskal berikutnya yang dimulai pada April.

Baca juga : Sri Mulyani & Airlangga Tanggapi Resesi Jepang, Bahaya Buat RI?

Konfederasi Serikat Buruh Jepang menginginkan peningkatan keseluruhan sebesar 5 persen atau lebih. Dua puluh enam persen responden mengatakan akan memenuhi target itu. Namun, angka tersebut turun 11 poin dari tahun fiskal saat ini. Seperlima perusahaan itu berencana menaikkan upah antara dua dan tiga persen, sementara sepertiganya mengindikasikan akan menaikkan upah antara tiga dan empat persen.

Survei tersebut juga menanyakan kepada perusahaan-perusahaan yang tidak berniat menerapkan kenaikan upah tentang hambatan untuk menaikkan upah dan boleh memberi beberapa jawaban.

Lima puluh empat persen menyebutkan kesulitan dalam membebankan biaya yang lebih tinggi kepada pelanggan. Empat puluh sembilan persen menyebutkan melonjaknya harga bahan mentah.

Dikutip dari NHK World Japan

https://www.youtube.com/watch?v=QwvKn6E1bbM&t=14s