
NIINDO - Pemadaman listrik sebagian di PLTN Fukushima Daiichi yang rusak pada Rabu (24/04/2024) pagi mengakibatkan terhentinya pelepasan air yang telah diolah dan diencerkan ke laut.
Operator PLTN itu, Perusahaan Tenaga Listrik Tokyo (TEPCO), mengatakan pendinginan sisa bahan bakar nuklir tetap terjaga.
TEPCO mengatakan salah satu sistem yang memasok listrik ke PLTN itu terhenti sekitar pukul 10.43 pagi.
Perusahaan utilitas itu mengatakan hilangnya aliran listrik menyebabkan penghentian otomatis pembuangan air yang telah diolah dan diencerkan ke laut. Pelepasan air itu ditangguhkan selama 6 jam 30 menit. Pelepasan putaran kelima itu dimulai pada Jumat (19/04/2024).
TEPCO mengatakan keamanan area penting PLTN itu telah terjamin dengan mengambil sumber listrik dari sumber lain. Hal ini termasuk pendinginan bahan bakar nuklir terpakai dan puing-puing di reaktor yang rusak. Operator juga mengatakan tingkat radioaktif di sekitar fasilitas itu tidak menunjukkan angka yang abnormal.
Baca juga : Survei Fasilitas Penyimpanan Bahan Bakar Nuklir Dimulai
Sementara itu, seorang pekerja mengalami luka bakar saat melakukan pekerjaan pengeboran di dekat kabel transmisi listrik di kompleks sekitar saat listrik padam. Pekerja itu dibawa ke rumah sakit.
TEPCO mencurigai kabel tersebut mungkin rusak selama pengeboran dan sedang dilakukan penyelidikan.
Tiga reaktor PLTN tersebut mengalami pelelehan akibat gempa dan tsunami pada 2011. Air yang digunakan untuk mendinginkan bahan bakar yang melelh bercampur dengan air hujan dan air tanah merembes ke dalam bangunan reaktor yang rusak. Akumulasi air itu diolah untuk menghilangkan sebagian besar zat radioaktif, tetapi masih mengandung tritium. Air yang telah diolah disimpan dalam tangki di PLTN itu.
Sebelum membuang air yang telah diolah ke laut, perusahaan utilitas tersebut mencairkannya untuk mengurangi kadar tritium menjadi sekitar sepertujuh dari tingkat panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk air minum.
Dikutip dari NHK News
