
NIINDO.COM - Seorang pengguna kursi roda listrik dilarang menaiki pesawat di Okinawa, Jepang selatan, awal bulan ini, karena pihak maskapai penerbangan tidak dapat memeriksa baterai perangkat tersebut secara visual.
Kasus ini mendorong Kementerian Transportasi Jepang untuk memberi tahu maskapai penerbangan bahwa inspeksi visual seperti itu tidak diperlukan.
Insiden tersebut terjadi di Bandara Naha, Okinawa, pada 5 April. Maskapai bertiket murah, Peach Aviation, menolak mengizinkan kursi roda dibawa dalam penerbangan ke Taiwan.
Penumpang tersebut telah memberi tahu maskapai sebelumnya mengenai model kursi roda dan jenis baterainya. Namun, pihak maskapai mengatakan baterainya tersembunyi di balik penutup dan tidak terlihat. Maskapai itu mengatakan bahwa peraturan internalnya mengharuskan pemeriksaan visual.
Baca juga : Wisatawan Asing di Kastel Matsumoto Mungkin Capai Rekor
Peach Aviation mengatakan pihaknya telah meminta maaf kepada penumpang tersebut dan membayar penerbangan alternatif dengan maskapai lain.
Kementerian transportasi memberi tahu perusahaan penerbangan pada Senin (15/04/2024) bahwa standar berdasarkan undang-undang penerbangan mengizinkan penumpang untuk menyatakan spesifikasi baterai melalui dokumen atau presentasi lisan.
Menteri Transportasi Saito Tetsuo mengatakan pada Selasa (16/04/2024) bahwa kementeriannya akan memverifikasi apakah Peach Aviation memberikan pertimbangan yang masuk akal kepada penyandang disabilitas, serta akan mengeluarkan panduan kepada perusahaan tersebut jika diperlukan.
Peach Aviation mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan tanggapannya berdasarkan pemberitahuan kementerian.
Dikutip dari NHK World Japan
