
NIINDO.COM - Kementerian Perhubungan Jepang menyetujui rencana Perusahaan Kereta Jepang Tengah (JR Central) untuk menunda dimulainya layanan kereta levitasi magnetik (maglev) dari jadwal awal tahun 2027 menjadi tahun 2027 atau setelahnya.
Perusahaan itu memutuskan pada tanggal 14 Desember untuk melakukan perubahan pada ruas antara Shinagawa di Tokyo dan Nagoya serta mengajukan perubahan tersebut ke Kementerian Perhubungan.
Kementerian menyetujui perubahan tersebut pada hari Kamis (28/12/2023). Kepala Biro Kereta di kementerian, Murata Shigeki, menyerahkan izin kepada Presiden JR Central, Niwa Shunsuke.
Baca juga : Bandara Haneda Tokyo Sibuk dengan Wisatawan Akhir Tahun
Keterlambatan tersebut disebabkan adanya keberatan dari Provinsi Shizuoka, Jepang tengah, yang berada di sepanjang jalur kereta tersebut. Provinsi tersebut tidak mengizinkan dimulainya pembangunan terowongan di dalam wilayahnya, dengan mengatakan bahwa proyek tersebut dapat menyebabkan penurunan permukaan air di sebuah sungai besar dan berdampak buruk pada sistem ekologi di kawasan pegunungan di dalam provinsi itu.
JR Central telah mendapat pengesahan dari kementerian untuk semua rencana yang diperlukan guna pembangunan terowongan, tetapi tidak mengetahui kapan layanan kereta maglev akan dimulai karena adanya keberatan dari provinsi itu.
Dikutip dari NHK NEWS
