
NIINDO - Makin banyak perusahaan Jepang yang melaporkan kebocoran data akibat akses ilegal, termasuk operator waserda terkenal, Lawson.
Lawson pada Kamis (08/10/2026) mengatakan bahwa lebih dari 2,15 juta data pelanggan diakses secara ilegal. Nama, alamat email, dan informasi kartu kredit berpotensi bocor.
Daiichikosho, operator jaringan karaoke Big Echo, mengatakan bahwa malware di sebuah perusahaan alih daya bisnis mungkin mengakibatkan 8,72 juta data pribadi bocor.
Baca juga : Hampir 15.000 Orang Hadiri Festival Indonesia di Chiba, Jadi Ajang Pertukaran Budaya Indonesia-Jepang
Operator NewsPicks, Uzabase, juga melaporkan bahwa informasi pribadi sejumlah pengguna mungkin telah terekspos. Perusahaan tersebut mengatakan kebocoran terjadi karena akses ilegal ke perangkat manajemen.
Ketiga perusahaan tersebut menyatakan bahwa sejauh ini belum terdapat penggunaan ilegal yang dikonfirmasi.
Kementerian Pendidikan Jepang mengatakan delapan sekolah di seluruh negeri, sebagian besar universitas, melaporkan kebocoran data dari akhir September hingga Kamis.
Dikutip dari: NHK NEWS
