
NIINDO - Ketua Kampanye Internasional untuk Pemusnahan Senjata Nuklir (ICAN) mendesak Jepang untuk berpartisipasi sebagai pengamat dalam pertemuan negara-negara penandatangan perjanjian PBB yang melarang senjata nuklir.
Direktur Eksekutif ICAN Melissa Parke mengadakan konferensi pers pada Senin (22/01/2024) di Klub Pers Nasional Jepang di Tokyo. Ia sebelumnya mengunjungi Hiroshima dan Nagasaki dalam lawatannya di Jepang yang bertepatan dengan peringatan tiga tahun sejak Pakta Pelarangan Senjata Nuklir mulai berlaku.
Kelompok internasional tersebut memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2017 atas kontribusinya terhadap penerapan pakta itu.
Parke mengatakan ketergantungan kebijakan Jepang pada yang disebut payung nuklir Amerika Serikat hanya memberikan ilusi perlindungan.
BACA JUGA : Putri Aiko Akan Bekerja untuk Palang Merah Jepang pada April
Ia menekankan bahwa dengan mendorong teori penggentar nuklir Jepang dan negara-negara lain meningkatkan risiko proliferasi nuklir serta melemahkan upaya pelucutan senjata.
Ia menyatakan Jepang dapat menunjukkan prinsip kepemimpinan moral dalam masalah ini karena Jepang berada dalam posisi unik sebagai satu-satunya negara yang pernah diserang senjata nuklir dalam konflik.
Ia mendesak partisipasi Jepang dalam pertemuan negara-negara tersebut sebagai pengamat dan mengatakan bahwa belum terlambat.
Parke juga meminta para pemimpin dunia untuk mendengarkan dengan sepenuh hati kisah-kisah yang disampaikan oleh para penyintas bom atom dan memahami dampak senjata nuklir terhadap umat manusia.
Dikutip dari NHK NEWS
