ニュース一覧に戻る
注目2026年8月7日

Banyak Warga Jepang Ingin Beralih ke Pekerjaan Kasar Imbas AI

Hasil tersebut tampaknya mencerminkan kesadaran akan krisis di kalangan pencari kerja muda bahwa pekerjaan kantoran dan administrasi akan makin banyak diambil alih oleh AI.

Banyak Warga Jepang Ingin Beralih ke Pekerjaan Kasar Imbas AI

NIINDO - Survei dari sebuah perusahaan informasi perekrutan menunjukkan hampir separuh dari kaum muda yang ingin beralih karier di Jepang tertarik pada pekerjaan kasar di tengah meluasnya AI di tempat kerja. Demikian informasi yang diperoleh NHK.

Perusahaan Gakujo melakukan survei daring dari Juli hingga Agustus terhadap para pekerja berusia 20-an tahun yang mempertimbangkan untuk berganti pekerjaan. Sekitar 200 orang merespons.

Ketika ditanya tentang niat mereka untuk beralih ke pekerjaan lapangan di lokasi distribusi atau konstruksi, 40,5 persen mengatakan belum pernah mempertimbangkan peralihan tersebut, sementara 48 persen mengatakan telah mempertimbangkan atau melamar, atau agak tertarik.

Ketika ditanya apakah mereka berpikir pekerjaan administrasi dan pekerjaan nonkarier akan berkurang seiring dengan meluasnya penggunaan AI generatif, 84,7 persen menjawab ya.

Hasil tersebut tampaknya mencerminkan kesadaran akan krisis di kalangan pencari kerja muda bahwa pekerjaan kantoran dan administrasi akan makin banyak diambil alih oleh AI.

Gakujo mengatakan banyak pekerja muda sangat khawatir tentang pengembangan karier di era AI sehingga mereka menjadi lebih tertarik pada pekerjaan yang tidak dapat digantikan oleh AI. Perusahaan menambahkan bahwa tren ini diperkirakan akan menyebar lebih luas, terutama di kalangan anak muda.

Faktor lain di balik meningkatnya minat terhadap pekerjaan kerah biru diyakini adalah kenaikan upah di sektor-sektor tersebut.

Peneliti senior Recruit Works Institute, Furuya Shoto, membandingkan pendapatan tahunan pekerja lapangan pada 2020 dengan pendapatan pada 2025 menggunakan statistik yang dikumpulkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Ia menemukan bahwa pendapatan tahunan pengemudi taksi menunjukkan pertumbuhan terbesar, yaitu 50,3 persen, setelah mengecualikan pekerjaan dengan jumlah sampel yang lebih sedikit.

Dikutip dari: NHK NEWS