Beranda » 7 Fakta Menyeramkan dari Hutan Aokigahara yang Melegenda

7 Fakta Menyeramkan dari Hutan Aokigahara yang Melegenda

  • oleh
7 Fakta Menyeramkan dari Hutan Aokigahara yang Melegenda

Pada awal tahun ini ternyata diwarnai dengan adanya kasus yang menimpa Logan Paul. Seorang bintang youtube dengan pengikut 15 juta subscribe tersebut, telah mengunggah konten video yang dikecam oleh banyak orang.

Pasalnya dalam video itu, tanpa merasa bersalah Logan menampilkan adegan dimana menampilkan orang yang meninggal bunuh diri di hutan Aokigahara di Jepang. Video ini sudah dikecam dari berbagai pihak, karena membuat geram dan kecewa publik. Merasa bersalah maka Logan melakukan permintaan maaf sebanyak dua kali melalui twitter pribadinya.

Di samping itu, hutan Aokigahara memang terkenal asri dan sunyi sebagai tempat populer untuk bunuh diri. Hutan yang berada di kaki Gunung Fuji tersebut dikabarkan menyimpan sisi misterius di dalamnya. Berikut ada 7 hal menakutkan yang tersimpan di hutan Aokigahara yang belum banyak diketahui orang termasuk wisatawan asing.

 

1. Hutan yang sunyi

hutan yang sunyi

Untuk fakta pertama yang perlu kamu ketahui tentang hutan Hutan Aokigahara adalah suasana hutan sunyi senyap seperti tanpa ada kehidupan. Hutan ini mempunyai pepohonan yang rata – rata memiliki tinggi sepuluh kaki. Pepohonan tersebut juga mempunyai daun – daun yang rimbun dan padat sehingga seperti membentuk seperti kanopi.

Oleh karena itu, cahaya matahari tak sepenuhnya dapat menyinari area hutan. Alhasil hutan Aokigahara selalu erat dengan nuansa yang kelam dan damai. Hal ini yang membuat suasana hutan berbeda dengan kebanyakann hutan lainnya.

Kemudian, jarang sekali ditemukan hewan liar yang berkeliaran di dalam hutan. Mungkin karena tak banyak sumber makanan di sana, maka para hewan menjauhi dari hutan tersebut.

Bahkan bagi para penduduk sekitar, munculnya suara burung merupakan pemandangan yang jarang ditemui, sehingga dapat membuat mereka terkejut ketika mendengarnya. Menurut masyarakat sekitar dengan kesunyian hutan ini, dikabarkan suara – suara hantu yang merintih dan menangis bisa terdengar dari jarak yang jauh.

 

2. Membuat banyak wisatawan tersesat

membuat banyak orang yang masuk tersesat

Dari jauh kamu bisa melihat pemandangan Gunung Fuji yang menenangkan bersanding dengan hutan Aokigahara di bawah kakinya. Hanya saja pemandangan indah itu sebenarnya tak seindah seperti kenyataannya. Pepohonan yang rimbun dan seragam dapat dengan mudah membuat siapa saja yang baru pertama kali datang kesana akan tersesat.

Itulah sebabnya, para pejalan kaki di hutan Aokigahara biasanya akan mengikuti jalan setapak dan membawa pita berwarna untuk menandai jalan. Jika kamu sampai tersesat, maka tidak akan ada yang bisa kamu perbuat karena GPS dan ponsel tak akan berguna di tempat tersebut.

 

3. Tempat populer untuk melakukan bunuh diri

papan peringatan dilarang bunuh diri

Hutan Aokigahara merupakan salah satu tempat sunyi dan damai. Mungkin hal inilah yang membuat banyak orang berpikir jika hutan ini merupakan salah satu tempat yang tepat untuk peristirahatan terakhir.

Sehingga memungkinkan bagi sejumlah orang yang pergi ke Aokigahara hanya untuk mengakhiri hidup mereka dengan secara tenang tanpa adanya gangguan.

Oleh karenanya, hutan ini dianggap sebagai situs bunuh diri terpopuler setelah Golden Gate Bridge. Hal ini sampai membuat Pemerintah Jepang harus menyembunyikan angka kematian bunuh diri di Aokigahara, agar dapat menghentikan tempat itu menjadi populer.

Tak heran jika disana kamu bisa menemukan papan peringatan untuk tidak bunuh diri. Biasanya papan tersebut bertuliskan pesan menggugah seperti “Hidupmu merupakan anugrah berharga bagi orangtuamu” atau “Pikirkan tentang keluargamu!”.

 

4. Roh Yurei

hantu yurei yang terkenal

Menurut cerita rakyat Jepang, dalam hutan Aokigahara ada sesosok roh gentayangan yang dikenal dengan nama Yurei dianggap sudah menghantui hutan Aokigahara dalam waktu yang lama. Biasanya ia digambarkan dalam sosok wanita yang pucat dengan baju putih panjang dan rambut bewarna hitam.

Bedasarkan tradisi dan kepercayaan di Jepang, jika seseorang mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri dalam hutan itu, maka roh mereka tak dapat bergabung dengan para leluhur di dunia lain. Mungkin saja hal inilah yang membuat Yurei menjadi  gentayangan sampai saat ini.

Untuk menghindari hal tersebut, biasanya orang – orang yang meninggal karena bunuh diri, mayatnya akan ditemani oleh seseorang. Petugas hutan Aokigahara biasanya melakukan ritual tersebut agar arwah orang yang bunuh diri tersebut tak sendirian dan menjadi marah.

 

5. Populer sebagai situs bunuh diri sejak lama

tempat populer untuk bunuh diri

Memang sudah lebih dari beberapa satu dekade hutan Aokigahara terkenal sebagai situs bunuh diri. Mungkin banyak orang dari kita hanya mengetahuinya baru – baru ini.

Namun, hutan itu populer untuk dijadikan sebagai tempat bunuh diri sejak tahun 1950. Beberapa literatur dianggap sempat mendongkrak kepopuleran hutan Aokigahara sebagai tempat bunuh diri.

Pada tahun 1960, penulis Seicho Matsumoto menulis sebuah novel yang berjudul Kuroi Kaiju. Kisah yang ditulisnya berakhir dengan tragis yakni dua pasangan yang saling mencintai mati bunuh diri bersama di hutan Aokigahara . Sejak novel itu melejit, kasus bunuh diri dikabarkan juga mengalami peningkatan.

Tak hanya novel Matsumoto, Wataru Tsurumui yang menciptakan buku kontroversial tentang bunuh diri pada tahun 1993, juga menyebutkan jika hutan Aokigahara merupakan tempat yang paling tepat untuk mengakhiri hidup. Maka tak kaget jika buku Tsurumui kerap ditemukan dekat dengan jasad orang yang bunuh diri di hutan itu.

 

6. Tradisi meninggalkan orangtua di hutan

tradisi meninggalkan orangtua di hutan

Kehidupan di Jepang yang sulit serta kemiskinan melanda, banyak membuat para anak tega untuk membuang orang tua mereka ke hutan. Hal ini dilakukan karena zaman dahulu, orang – orang miskin tak memiliki cukup makanan yang bisa diberikan pada seluruh anggota keluarga. Sehingga, anggota keluarga yang paling tua seperti ibu atau bapak, perlu mereka singkirkan demi bertahan hidup.

Hutan Aokigahara menjadi salah satu hutan dimana orang – orang Jepang dahulu membuang orangtua mereka. Biasanya orang – orang tua yang ditinggalkan akan perlahan meninggal karena kelaparan dan dikabarkan akan menghantui hutan tersebut.

Di Jepang, kebiasaan kuno ini disebut ubasute. Sebenarnya tak hanya di Jepang saja yang melakukan tindakan keji ini, di sejumlah negara Asia lain seperti Korea juga pernah melakukan hal ini dalam tradisi masyarakatnya.

 

7. Penjarahan mayat

penjarahan harta dari jasad

Bukan menjadi hal aneh melihat banyaknya barang peninggalan dari orang – orang yang bunuh diri di hutan Aokigahara. Tak heran jika banyak pemulung kerap berkeliaran di sana untuk mencari barang – barang berharga yang bisa mereka pungut.

Bahkan, jika mereka menemukan jasad orang yang bunuh diri terlebih dahulu sebelum datangnya petugas. Maka para penjarah yang tidak bertanggung jawab akan mengambil semua barang berharga pada jasad tersebut. Tentunya tindakan ini sangat tidak patut dilakukan karena sangat keji, hal ini juga dapat memicu kemarahan dari roh yurei.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.