Sama halnya seperti Indonesia, setiap negara memiliki berbagai tradisi unik yang biasa dilakukan dalam kehidupannya, begitu pun dengan negara Jepang. Jepang juga terkenal dengan berbagai tradisinya yang cukup unik. Salah satu tradisi tersebut adalah upacara minum teh yang disebut dengan Chanoyu.Tradisi ini lebih terlihat sebagai ritual tata cara menyiapkan dan menyajikan teh hijau.

Tradisi ini menunjukkan bahwa masyarakat Jepang memperhatikan nilai estetika dalam penyajian teh dan menikmatinya. Hal ini dikarenakan setiap tata cara yang dilakukan dalam menyiapkan, menyajikan serta menikmati teh tersebut harus menunjukkan berbagai tata krama dan etika. Baik sebagai pemilik acara yang menyiapkan dan menyajikan teh, ataupun tamu yang menikmati teh memiliki etika masing-masing dalam tradisi ini.
Perlengkapan minum teh chanoyu dilakukan dengan menggunakan doogu. Doogu terdiri dari berbagai macam benda seperti chabako, chaki, daisu, dan lain-lain. Dalam Chanoyu juga disediakan berbagai makanan manis untuk menemani minum teh. Makanan manis ini juga termasuk dalam hal wajib dalam tradisi chanoyu, disebut juga sebagai hachi. Seperangkat lengkap doogu ini wajib disediakan dalam tradisi chanoyu sebagai bagian dari tradisi.
Saat menyiapkan teh, ada berbagai tata krama yang perlu dilakukan oleh pemilik acara. Mulai dari cara mengambil teh, mengaduk, meracik, cara duduk, cara berjalan, cara meletakkan teh, cara menyajikan teh, dan lain-lain. Dikatakan oleh berbagai sumber bahwa 10 tahun mempelajari tata krama ini akan sangat sulit untuk menguasainya. Bahkan tata cara tersebut berbeda jika dilakukan di musim dingin dan musim panas. Perbedaan tersebut pada dasarnya adalah perbedaan mengenai penempatan dari perlengkapan-perlengkapan yang digunakan.
Jika kita hadir sebagai tamu, maka kita juga harus memperhatikan berbagai tata krama yang diterapkan. Mulai dari perlengkapan-perlengkapan yang kita gunakan, tata cara duduk, cara menerima teh, cara meletakkan cangkir teh, adab saat minum teh, dan lain sebagainya. Adapun perlengkapan-perlengkapan yang perlu kita bawa diantaranya yaitu youji (garpu), kipas lipat jepang (seperti yang sering digunakan ibu-ibu di suatu acara), Kaishi (serbet), dan dashibukusa (semacam kain brukat),
Jadi, yang perlu ditekankan dalam tradisi ini yaitu, tradisi minum teh ini tidak hanya tentang menghabiskan teh di dalam gelas itu sendiri, tetapi lebih mengenai tata cara untuk menikmati teh tersebut dan untuk menunjukkan nilai estetika dan etika dalam keseluruhan kegiatan tersebut.
