Anak sekolah di Jepang mempunyai kebiasaan yang unik yang tidak kita jumpai di Indonesia. Inilah keunikan itu.
Keunikan 1# Randoseru

Randoseru adalah ransel yang terbuat dari kulit atau kulit sintesis.Tas ini di gunakan untuk anak-anak sekolah dasar Jepang. Tradisinya, orang tua atau kakek nenek memberi Randoseru kepada anak atau anak mereka sebagai hadiah untuk memasuki sekolah dasar.
Harga Randoseru sekitar 30.000 sampai 40.000 yen. Anak-anak menggunakan Randoseru yang sama selama 6 tahun di sekolah dasar.
Kata Randoseru berasal dari bahasa Belanda “ransel” yang berarti tas punggung (BackPack). Tapi masyarakat Jepang menyebutnya Randoseru. Hanya ada 2 warna untuk Randoseru, hitam untuk anak laki-laki, warna merah untuk anak perempuan. Namun, saat ini, ada beragam warna.
Keunikan 2# Getabako and Uwagutsu

Semua siswa akan melepaskan sepatu ketika berada di dalam sekolah , ada loker sepatu khusus yang disebut Getabako di pintu masuk sekolah. Dan Siswa menukar sepatu mereka dengan sepatu dalam yang disebut Uwagutsu sebelum mereka masuk. Itu sebabnya setiap kotak Getabako memiliki 2 tingkatan, satu untuk sepatu luar, yang lainnya adalah untuk Uwagutsu sehingga di dalam lantai tidak akan kotor.
Keunikan 3# Hari Bersih-bersih

Setelah makan siang di sekolah setiap harinya siswa harus membersihkan ruangan yang mereka pakai. Siswa tidak menggunakan penyedot debu, mereka hanya menggunakan sapu dan menyeka kain dan bergiliran membersihkan area sekolah yang berbeda dan menggunakan alat yang berbeda.
Siswa juga membersihkan kolam renang juga sebelum musim berenang dimulai di awal musim panas.
