Terlepas dari berbagai hal faktor ekonomi, penyelenggaraan Piala Dunia 2002 secara tidak langsung menghidupkan kembali industri olahraga Jepang. Salah satunya, Mizuno yang mulai memfokuskan diri untuk memproduksi sepatu sepak bola untuk bisa bersaing dengan perusahaan luar negeri yang bergerak di bidang sama.
Kualitas produk – produk Jepang yang didesain sesuai perkembangan teknologi terbaru juga kembali menjadi modal utama bagi Mizuno untuk bersaing dalam pasar. Mizuno memang sudah memproduksi sepatu sepak bola sejak 1985. Salah satu produk unggulannya adalah Morelia yang diklaim sebagai produk sepatu paling ringan di dunia.
Tantangan besar bagi negara Jepang untuk membuka mata dunia lewat dunia olahraga melalui penyelenggaraan Olimpiade 2020 yang bisa menjadi suatu lompatan ketiga untuk Jepang.
Perkiraan tersebut memang bukan isapan jempol semata. Kesuksesan Jepang menggelar Olimpiade pada tahun 1964 membuat Jepang akan mengerahkan segala cara untuk membuktikan spirit negaranya nomor satu di dunia pada gelaran Olimpiade, tiga tahun mendatang.
Pada tahun 2015, Direktur Japan Tourism Agency (JTA), Ichiro Takasashi mengungkapkan bahwa negaranya menargetkan 20 juta wisatawan asing pada 2020. Target tersebut mengacu pada tren positif peningkatan jumlah turis yang datang di Jepang pada setiap tahunnya sejak 2012.
Untuk bisa lebih menarik minat para turis luar negeri, Jepang juga menjanjikan berbagai teknologi terbaru untuk mendukung penyelenggaraan Olimpiade 2020. Salah satunya pada bidang telekomunikasi NTT DoCoMo sebagai perusahaan telekomunikasi besar di Jepang telah menargetkan untuk menerapkan teknologi jaringan 5G bagi seluruh telepon pintar pada 2020. Sedangkan Nissan tengah mengembangkan teknologi self-driving dalam sektor otomotif.
