Setelah terlunta – lunta, Toshiba pada akhirnya melepas unit bisnis chipset kepada konsorsium asal Jepang. Nilai yang disepakati antara kedua belah pihak tersebut dilaporkan mencapai 2 triliun yen atau sekitar USD18 miliar.
Konsorisum tersebut disokong oleh Innovation Network Corporation of Japan (INCJ) yang merupakan suatu badan pendanaan dibawah naungan pemerintah setempat.
Dana yang ditawarkan kepada Toshiba berasal dari pemerintah pusat untuk mempertahankan bisnis teknologi di negara tersebut. INCJ bergabung dengan investor asal Amerika Serikat, Bain Capital dan Bank Pembangunan Jepang, menurut informasi dari CNN (21/6/2017)
Hal itu membuat konsorsium dapat dikatakan telah berhasil mengalahkan penawaran dari perusahaan lainnya. Tercatat, Toshiba memiliki sebuah penawaran dari perusahaan besar seperti Foxconn yang merupakan perakit ponsel Apple.
Langkah yang dilakukan oleh Toshiba untuk menjual unit bisnisnya tersebut bertujuan untuk memulihkan kerugian yang ditaksir miliaran dolar. Kerugian tersebut berasal dari runtuhnya Westinghouse Electric, unit nuklir AS yang saat ini sudah bangkrut. Menurut kabar yang beredar, bulan Maret lalu perusahaan telah memperkirakan kerugiannya mencapai USD8,5 miliar.
