Semakin banyaknya para pemain di segmen Lox Cost green Car (LCGC) diakui Datsun Indonesia memberikan dampak yang cukup signifikan pada posisinya yang merosot di pasar di pasar LCGC Indonesia. Walaupun begitu, Datsun Indonesia tdak menganggap hal tersebut sebagai suatu kemunduran, namun justru suatu hal yang telah diprediksikan sebelumnya.
“Penurunan penjualan Datsun lebih karena kompetisi. Datsun kan sudah tiga tahun dengan model yang ada. Sedangkan pasar Indonesia itu selalu butuh refreshment yang lebih terlihat”, ujar Indriani Hadiwidjaja, Head of Datsun Indonesia yang segera melakukan tugasnya di Jepang sebagai Head of Marketing Datsun Global, ia dipercaya untuk mengelola pemasaran kendaraan Datsun di area India, Rusia, Indonesia dan Afrika Selatan.
Untuk saat ini Datsun memang hanya memiliki dua lini produk yaitu Datsun GO Panca dan Datsun GO+ Panca dengan pilihan transmisi manual saja. Menyadari hal tersebut, Datsun Indonesia sendiri sebenarnya akan segera menghadirkan varian transmisi otomatis dan model baru di tahun ini. dari terobosan baru tersebut, Datsun memiliki harapan untuk bisa mengembalikan posisinya di pasar.
Kelihatannya, upaya Datsun di Indonesia untuk mengembalikan posisi cukup keras. Hal ini terlihat karena Indri sebagai pemimpin Datsun Indonesia, kini ditarik menjadi pimpinan pemasaran di Datsun Global, Jepang. untuk Datsun Indonesia sendiri posisi Indri digantikan oleh Masato Nakamura asal Jepang yang sebelumnya merupakan pimpinan pemasaran Datsun Global.
Namun sebenarnya ditariknya Indri ke Datsun Global, akankah memberikan peluang besar untuk Indonesia mendapatkan kelebihan?
Indri menegaskan bahwa ia tidak membedakan negara – negara yang menjadi tanggung jawabnya ia justru dituntut untuk bisa melihat dari sudut pandang yang lebih luas lagi untuk memenuhi kebutuhan setiap negara yang berbeda.
“Tidak ada (kelebihan untuk Indonesia). Saya harus melihat lebih luas lagi. Karena masing – masing negara memiliki kebutuhan yang berbeda”, tegas Indri.
