Daihatsu Motor akan rencananya akan memproduksi mobil kecil di Thailand. Sebelumnya, di ASEAN mereka telah melakukan perakitan di Indonesia dan Malaysia.
“Kami akan melakukan produksi di Thailand”, ujar Presiden Daihatsu Motor, Soichiro Okudaira (15/6/2017).
Proyek tersebut dikatakan akan memanfaatkan fasilitas produksi dan pengembangan dari Toyota Thailand. Keterangan lebih lanjutnya tidak dipaparkan secara jelas oleh Okudaira. Ia tidak memberikan rincian mengenai jenis model yang akan dibuat maupun waktu perilisannya di pasaran.
Adapun strategi tersebut ditempuh agar Daihatsu dapat merangkul pasar yang lebih banyak, terutama di kawasan Asia Tenggara. Okudaira mengatakan bahwa Daihatsu menganggap kawasan ASEAN sebagai basis pembangunan, salah satunya Thailand yang termasuk salah satu fokus dari Daihatsu selain Indonesia.
“Yang kita butuhkan tidak hanya untuk memanfaatkan sebagian besar lokasi produksi yang ada seperti Jepang, Indonesia dan Malaysia. Kamu juga perlu menggali lokasi potensial dimana kamu bisa mentransfer keahlian pembuatan mobil kami”, ujar Okudaira.
Dalam keterangannya, Okudaira mengatakan bahwa Daihatsu juga akan lebih mencari lokasi potensial untk mentransfer keahlian pembuatan mobil seperti di Thailand.
Daihatsu juga telah menetapkan targetnya untuk memperluas produksi sebesar 70 persen secara global, menjadi 2,5 juta unit pada tahun fiskal 2025. Fasilitas baru adalah salah satu upaya untuk mencapai target tersebut.
Sampai saat ini Daihatsu masih berdiskusi secara intensif dengan Toyota, termasuk berdiskusi mengenai komponen apa saja yang akan dipakai dan dimana bisa mendapatkannya.
Pada bulan Agustus tahun lalu, secara resmi sepenuhnya Toyota mengakuisisi seluruh saham Daihatsu setelah sebelumnya menguasai 51 persen. Oleh karenanya kerjasama keduanya sangat infensif seperti melakukan perakitan bersama.
