Permintaan Menteri Promosi Dinamik Keterkaitan Masyarakat Untuk Reformasi Kerja dan Persamaan serta Pemberdayaan Wanita Jepang, Katsunobu Kato, menginginkan tenaga kerja asing spesialis untuk bisa banyak masuk ke Jepang. Sedangkan untuk pemagang biasa akan diatur lebih lanjut.
“Jepang memang kekurangan manusia saat ini. namun pekerja asing perlu diatur dengan baik supaya tidak ada salah pengertian dari semua pihak”, papar Kato (12/5/2017).
Ia menilai bahwa dengan memasukan tenaga kerja asing yang paling diutamakan di masa depan adalah mereka yang memiliki spesialisasi di bidangnya masing – masing. maksud dari spesialisasi di bidangnya, mereka yang tentunya memiliki keterampilan yang ahli di bidangnya yang sudah siap menjadi tenaga kerja asing di Jepang.
“apabila pekerja biasa maka ditakutkan ada kesalahpengertian dari masyarakat Jepang sendiri. Oleh karena itu kita mesti hati – hati dan hal ini masih dipelajari serta dipertimbangkan maupun didiskusikan lebih lanjut bagaimana pengaturan sebaiknya”, tambahnya.
Walaupun Jepang memang sedang membutuhkan tenaga kerja asing yang cukup banyak untuk mengisi kekosongan yang ada. Namun,harapannya tenaga kerja asing yang berada di Jepang bukan tenaga biasa yang hanya bekerja di Jepang saja. Selain memiliki kemampuan dasar yang dapat meningkatkan kualitas kerjasama yang baik, mereka juga diharapkan dapat mempelajari budaya, adat istiadat yang ada di Jepang, sehingga antara orang lokal Jepang dengan warga asing bisa saling bersosialisasi baik. Hal ini tentunya dapat membuat masyarakat Jepang dan tenaga kerja asing di Jepang saling mengenal satu sama lain dan dapat bekerjasama dengan baik.
“Namun di dalam Jepang sendiri kita mengaktifkan kembali semua pekerja yang sudah pensiun supaya kekosongan bisa terisi kembali pula”.
Karena kekurangan tenaga kerja di Jepang yang cukup banyak, mereka memperpanjang usia pensiun dari 60 tahun diperpanjang menjadi 65 tahun.
