Beranda » Harga Beras di Jepang Naik, Warga Beralih ke Stok Panen Tahun Lalu

Harga Beras di Jepang Naik, Warga Beralih ke Stok Panen Tahun Lalu

  • oleh indah

NIINDO – Harga beras di Jepang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa minggu terakhir, membuat banyak warga memilih membeli beras hasil panen tahun lalu yang harganya lebih murah.

Sebuah supermarket di utara Tokyo, tepatnya di Prefektur Saitama, mengurangi jumlah pembelian beras hasil panen baru karena harga yang melonjak tinggi. Sebagai gantinya, pihak supermarket meningkatkan penjualan beras panen tahun lalu yang kini diminati lebih banyak pembeli.

Supermarket tersebut mulai menjual beras hasil panen baru sejak pertengahan Agustus. Namun, harga beras baru lima kilogram kini sekitar 1.000 yen lebih mahal dibanding periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan survei nasional terhadap sekitar 6.000 gerai di seluruh Jepang, harga rata-rata sekantong beras 5 kilogram mencapai 4.210 yen (sekitar 28 dolar AS), naik 135 yen dari minggu sebelumnya.

Baca juga: Serangan Beruang Meningkat di Jepang Timur Laut, Warga Diminta Waspada

Meski penjualan beras baru biasanya meningkat pada periode ini, pihak toko menyebutkan bahwa beras panen tahun lalu justru lebih laku. Bahkan, jumlah kemasan beras lama yang terjual bulan lalu tercatat lebih dari dua kali lipat dibanding beras baru.

Seorang pembeli berusia 70-an tahun mengaku bahwa harga beras kini terasa mahal jika melebihi 4.000 yen per 5 kilogram. Ia sebenarnya ingin membeli beras hasil panen baru, namun akhirnya memilih beras lama karena harga yang lebih terjangkau. “Saya berharap harga bisa turun kalau pasokan beras baru lebih banyak,” ujarnya.

Pemerintah Jepang memperkirakan panen padi tahun ini akan meningkat sekitar 630.000 ton dibanding tahun lalu. Para pejabat dan pelaku usaha berharap, dengan hasil panen yang lebih besar, harga beras dapat kembali stabil dalam beberapa waktu mendatang.

Dikutip dari NHK NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.