NIINDO – Dalam kelanjutan tradisi tahunan yang dimulai oleh kakeknya, Kaisar Hirohito, Kaisar Naruhito secara resmi memanen padi yang telah ditanam lebih awal di halaman Istana Kekaisaran Tokyo pada Jumat (4 September 2024), dengan simbolis menorehkan sejarah baru dalam budaya pertanian kekaisaran.
Prosedur dan Ragam Padi
Kaisar menyalurkan padi dalam bentuk 20 batang yang terdiri dari:
- Nihonmasari (beras Japonica non-gluten),
- Mangetsumochi (beras ketan/glutinous)
Kedua varietas ini sebelumnya ditanam secara pribadi oleh Kaisar—dari penanaman benih hingga perawatan hasil panennya.
Makna Budaya dan Spiritual
Padi hasil panen ini bukan sekadar simbol pertanian, melainkan juga bagian integral dari ritual Niiname‑sai, upacara syukur panen yang diadakan setiap tahun. Selain itu, sebagian hasil panen akan dikirim ke Ise Jingu di Prefektur Mie yaitu tempat bersemayamnya dewi matahari Amaterasu, leluhur mitologis keluarga kekaisaransebagai persembahan spiritual.
Tradisi menanam dan memanen padi oleh Kaisar ini diwariskan dari Kaisar Showa (Hirohito) dan dilanjutkan oleh Kaisar Akihito, lalu kini oleh Kaisar Naruhito sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya agraris Jepang dan koneksi mendalam antara kekaisaran dan rakyat.
Peristiwa panen padi ini adalah lebih dari sekadar ritual musim. Ia mencerminkan keberlangsungan tradisi kekaisaran yang menghormati tanah dan hasil bumi, serta menjaga ikatan spiritual antara manusia, alam, dan leluhur dalam budaya Jepang yang mendalam.
Sumber dari NHK News
