NIINDO — Ekonomi Jepang mencatat pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan pada kuartal pertama tahun fiskal 2025, didorong oleh peningkatan belanja konsumen yang menjadi motor utama pemulihan domestik. Data revisi yang dirilis oleh Kantor Kabinet Jepang menunjukkan bahwa produk domestik bruto (PDB) negara tersebut tumbuh sebesar 1,8% secara tahunan, lebih tinggi dari estimasi awal sebesar 1,3%.
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh konsumsi rumah tangga yang tetap solid meskipun terdapat tekanan inflasi dan ketidakpastian global. Belanja konsumen menyumbang lebih dari separuh PDB Jepang dan menjadi indikator penting dalam menilai kekuatan ekonomi negara tersebut.
Baca Juga : Jepang Saksikan Gerhana Bulan Total Pertama dalam Tiga Tahun
Pejabat pemerintah menyambut baik angka revisi ini, dengan menyatakan bahwa langkah-langkah stimulus domestik serta pemulihan pasar tenaga kerja berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat. Selain itu, pelonggaran pembatasan pascapandemi dan kembalinya wisatawan mancanegara juga turut mendukung sektor jasa dan perdagangan.
Namun, para ekonom mengingatkan bahwa tantangan tetap ada, terutama dari ketegangan perdagangan global, pelemahan ekonomi Tiongkok, dan fluktuasi nilai tukar yen yang dapat memengaruhi daya saing ekspor Jepang.
Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan tetap berhati-hati dalam mengubah kebijakan moneternya, meskipun ada tekanan untuk menaikkan suku bunga demi mengendalikan inflasi tanpa menghambat pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.
Sumber Dari Japan Today
