NIINDO – Hujan deras dengan intensitas tinggi melanda wilayah Kyushu dan sejumlah daerah lainnya, terutama di Jepang barat, memecahkan rekor curah hujan dan membuat tanah menjadi gembur. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor.
Badan Meteorologi Jepang melaporkan bahwa Kota Tamana di Prefektur Kumamoto menerima curah hujan dalam 12 jam yang jumlahnya mencapai dua kali lipat rata-rata bulanan pada Agustus. Akibatnya, peringatan darurat hujan lebat dikeluarkan untuk wilayah tersebut pada Senin (11/8/2025). Peringatan tanah longsor juga masih berlaku di beberapa wilayah Prefektur Ishikawa.
Menurut badan cuaca, sistem front yang membawa hujan lebat telah bergerak ke arah utara dekat Jepang barat dan mulai melemah. Namun, kondisi tanah yang sudah gembur di Kyushu utara dan Ishikawa membuat risiko longsor tetap tinggi.
Baca juga : Festival Awa Odori di Kota Naruto Semarak Menyambut Ribuan Pengunjung
Kerusakan tercatat di beberapa bantaran dan tanggul sungai. Pejabat setempat mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas ringan sekalipun kini dapat memicu tanah longsor, banjir, dan meluapnya sungai.
Selain ancaman bencana hidrometeorologi, cuaca ekstrem diperkirakan berlanjut pada Rabu (13/8/2025) di sejumlah wilayah yang terdampak hujan, termasuk Prefektur Kumamoto. Warga juga diminta mewaspadai sengatan panas, terutama di 16 prefektur dari Mie hingga Okinawa, termasuk Kumamoto dan Kagoshima, yang saat ini berada dalam status peringatan.
Dikutip dari NHK NEWS
