Beranda » Gunung Shinmoe Meletus, Warga Diminta Waspadai Batuan dan Abu Vulkanik

Gunung Shinmoe Meletus, Warga Diminta Waspadai Batuan dan Abu Vulkanik

NIINDO – Gunung Shinmoe, yang terletak di pegunungan Kirishima di perbatasan Prefektur Kagoshima dan Miyazaki, meletus pada Minggu sore (22/06/2025), menandai letusan pertamanya dalam tujuh tahun terakhir. Letusan terjadi sekitar pukul 16.37 waktu setempat dan menghembuskan kolom abu vulkanik setinggi lebih dari 500 meter ke udara.

Menurut Kantor Meteorologi Kagoshima, gumpalan abu diperkirakan bergerak ke arah timur, menuju sisi wilayah Prefektur Miyazaki. Sementara jenis material yang dikeluarkan belum dapat dipastikan sepenuhnya, otoritas masih menyelidiki kemungkinan keberadaan batuan vulkanik di dalam kolom letusan.

Warga di Kota Takaharu, Miyazaki, melaporkan jatuhnya abu vulkanik, dan kamera pengawas di Kota Kobayashi berhasil merekam momen letusan tersebut. Meskipun tidak ada laporan langsung mengenai korban jiwa atau kerusakan serius, otoritas setempat terus memantau situasi secara intensif.

Baca juga : Jepang Catat Rekor 3,69 Juta Pengunjung Asing pada Mei, Meski Terdampak Rumor Gempa

Gunung Shinmoe sebelumnya berada pada status waspada level 3 dalam skala lima tingkat, namun diturunkan ke level 2 oleh Badan Meteorologi Jepang pada bulan lalu. Menyusul letusan terbaru, status level 2 tetap dipertahankan. Peringatan dikeluarkan atas kemungkinan jatuhnya batuan vulkanik besar dalam radius 2 kilometer dari kawah, serta potensi aliran piroklastik sejauh 1 kilometer.

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung dan daerah yang berada searah angin diimbau untuk tetap waspada terhadap jatuhan abu, batu-batu kecil, serta kemungkinan gangguan pernapasan dan visibilitas.

Data geologi juga menunjukkan bahwa Gunung Shinmoe terus mengalami perubahan, dengan aktivitas vulkanik dan gempa dalam jumlah meningkat tajam sepanjang Minggu, menandakan gunung tersebut masih mengalami pelebaran dan tekanan internal.

Otoritas meminta masyarakat untuk tetap mengikuti informasi terbaru dari badan meteorologi dan pemerintah daerah, serta segera mengungsi jika terdapat peningkatan risiko.

Dikutip dari NHK NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.