Budaya Jepang memang terjaga dengan baik sampai saat ini. Ada salah satu pulau di Jepang yang memiliki aturan ketat untuk orang yang datang ke pulau tersebut. Salah satu aturannya adalah kaum hawa dilarang berkunjung ke pulau. Aturan seperti ini dianggap aturan yang kontroversial bagi sebagian orang.
Pulau Okinoshima menjadi salah satu pulau di Jepang yang masih menerapkan tradisi keagamaan Shinto. Aturan yang berlaku ketat disana adalah melarang perempuan untuk datang ke pulau Okinoshima memang sudah ada sejak zaman kuno. Bahkan ada beberapa aturan ketat bagi pengunjung laki – laki, mereka harus melucuti pakaiannya dan terlebih dahulu menjalani ritual pemurnian sebelum menginjakkan kaki disana. Orang yang berkunjung ke pulau tersebut juga tidak diperbolehkan untuk mengambil apapun yang ada disana ketika meninggalkan pulau dan mereka juga tidak boleh mempublikasikan perjalanan mereka selama di Pulau Okinoshima.
Seluruh penjuru di Pulau Okinoshima dianggap sebagai tanah suci. Populasinya terdiri dari pendeta Shinto yang memelihara kuil yang juga mejadi bagian dari Munakata Grand Shrine. Merekalah yang menegakkan aturan ketat bagi perempuan untuk mengunjungi tempat suci itu. Okinoshima sendiri berada di sepanjang rute perdagangan penting antara Jepang dan Semenanjung Korea antara abad ke 5-9.
Okinoshima ternyata menarik perhatian UNESCO, pasalnya selama berabad – abad Okinoshima telah mengumpulkan sekitar 80.000 pernak – pernik berharga yang dianggap sebagai harta nasional. Rencananya UNESCO akan mempertimbangkan pemberian status World Heritage pada pulau Okinoshima pada bulan Juli 2017 mendatang. Hal ini tentunya membuat Okinoshima menarik perhatian dunia dan membuat banyak wisatawan yang penasaran terhadap pulau Okinoshima.
Namun karena aturan ketat yang diberlakukan di pulau tersebut, salah satunya aturan hanya laki – laki yang boleh berkunjung ke Pulau, ada beberapa pihak dan kelompok Hindu yang keberatan pada tahun lalu menolak UNESCO untuk memberikan status World Heritage.
Sikap dari pihak pulau Okinoshima juga masih tetap sama, mereka tidak akan merubah aturan tersebut walaupun sudah terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia.
