NIINDO – Panel pakar Kementerian Pendidikan Jepang telah menyusun rancangan pedoman baru untuk memperluas penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif di sekolah.
Draf yang disetujui pada Jumat (20/12/2024) merupakan versi terbaru dari pedoman sementara yang diterbitkan kementerian itu pada Juli tahun lalu.
Pedoman sementara menekankan pentingnya mengembangkan kemampuan anak untuk menggunakan AI generatif.
Baca juga : Pembersihan Lumpur di Wilayah Terlanda Banjir Noto Hampir Tuntas
Namun, kementerian membatasi penggunaan AI di sekolah karena kekhawatiran tentang dampaknya terhadap kreativitas anak-anak dan penyebaran disinformasi. Hanya beberapa sekolah percontohan dan beberapa fasilitas lainnya yang mengadopsi teknologi tersebut sebagai langkah uji coba.
Draf pedoman baru menyebutkan bahwa AI generatif dapat bermanfaat tergantung pada penggunaannya.
Dokumen itu menyampaikan contoh konkret cara penggunaan AI bagi siswa dan guru. Draf tersebut merekomendasikan agar guru memberikan contoh jawaban yang salah yang dihasilkan AI untuk menunjukkan keterbatasan teknologi tersebut.
Baca juga : Monyet Hangatkan Diri Sekitar Api Unggun di Kebun Binatang di Aichi
Draf tersebut juga menyatakan bahwa AI generatif dapat menjadi mitra percakapan bahasa Inggris bagi siswa. Di sisi lain, rancangan itu menyebutkan pertimbangan cermat diperlukan saat teknologi AI digunakan oleh siswa SD.
Kementerian Pendidikan berencana menerbitkan pedoman baru tersebut pada akhir tahun. Kementerian itu akan menyediakan sesi pelatihan bagi dewan pendidikan dan guru untuk mendorong penggunaan AI di sekolah.
Diutip dari NHK NEWS
