NIINDO – Pemerintah Jepang berencana memperkenalkan target numerik guna meningkatkan kondisi kerja bagi pengemudi truk sekaligus mengatasi penurunan kapasitas industri truk.
Sebuah gugus tugas gabungan dibentuk antara Kementerian Transportasi, Kementerian Ekonomi, dan Kementerian Pertanian guna mengatasi kemungkinan penurunan kapasitas angkutan truk secara keseluruhan di Jepang.
Satuan tugas tersebut mengemukakan target numerik yang harus dicapai sebelum tahun fiskal 2028 yang berakhir pada Maret 2029. Diperkirakan kapasitas industri angkutan truk dapat menurun sebesar 34 persen pada tahun fiskal 2030 jika situasi saat ini tidak ditangani.
Baca juga : Percobaan Pendaratan Jet Tempur di Kapal Perusak Kaga
Salah satu targetnya adalah mengurangi rata-rata jam harian untuk menunggu dan menangani muatan bagi pengemudi truk dari yang saat ini tiga jam menjadi dua jam.
Target lainnya pada prinsipnya mengharuskan pengirim untuk mengantarkan barang kepada pengemudi dalam waktu satu jam.
Target lainnya adalah meningkatkan faktor muatan truk, yaitu rasio muatan terhadap total kapasitas kendaraan, dari rata-rata saat ini sebesar 38 persen menjadi 44 persen.
Baca juga : 400 Orang Lebih Masih Tinggal di Pengungsian di Noto
Pemerintah juga berencana memberikan subsidi atau dukungan lain kepada perusahaan jika memperkenalkan sistem komputer untuk meningkatkan efisiensi pengiriman atau memperluas sistem berbagi operasi truk.
Pemerintah berencana untuk secara resmi memutuskan target tersebut bulan depan. Nantinya, pemerintah akan melakukan survei terhadap sekitar 60.000 perusahaan angkutan truk untuk memantau kemajuan dalam mencapai target tersebut.
Dikutip dari : NHK NEWS
