Beranda » 3 Perusahaan Ternama di Jepang Yang Saat Ini Berada Ditepi Jurang

3 Perusahaan Ternama di Jepang Yang Saat Ini Berada Ditepi Jurang

  • oleh

Sebagai negara maju di bidang teknologi, perusahaan – perusahaan Jepang populer dalam menguasai industri elektronik di tanah air. Namun saat ini, industri elektronik Jepang masih menjadi sorotan karena masalah yang sedang dihadapi.

Beberapa perusahaan di Jepang yang pernah menghadirkan tren utama seperti ponsel pintar saat ini sedang meredup akibat dampak birokrasi perusahaan. Tidak hanya itu saja, mereka juga kehilangan dana dan skandal akuntansi. Dari kondisi tersebut, ada beberapa perusahaan Jepang yang sudah sejak dulu populer, namun kini meredup.

Toshiba

Perusahaan Toshiba menjadi salah satu perusahaan populer dan jaya di masanya, namun saat ini kondisi Toshiba berada di tepi jurang. Sebagai perusahaan pelopor barang – barang elektronik rumah tangga dan beberapa barang elektronik lainnya telah bergabung  bersama jajaran perusahaan Jepang yang terus berjuang dan dukungan oleh bank.

Posisi Toshiba saat ini sudah ditempati oleh perusahaan – perusahaan China  dan Korea Selatan. Kondisi perusahaa Toshiba yang memprihatinkan, membuat brand ternama asal Jepang ini  bergerak ke bisnis lain dengan berinvestasi pada industri nuklir dengan membeli perusahaan Westerhouse milik Amerika Serikat.

Terpuruknya Toshiba juga ditambah masalah skandal akuntansi besar – besaran pada 2015 lalu yang membuat Toshiba menunda secara besar – besaran dan biaya divisi nuklir AS. Dari kondisi iini, membuat harga saham Toshiba anjlok dan perseroan menjual bisnis chip memori dan aset lainnya untuk bisa bertahan.

Sharp

Perusahaan Sharp populer sejak 1980 dengan produk andalannya kalkulator high end, VCR,  dan pemutar kaset portabel. Seiring berjalannya waktu, perseroan kemudan mulai mengembangkan televisi LCD dan panel displaus untuk sementara waktu. Namun, terjadinya penguatan yen dan krisis keuangan global  membuat permintaan pasar pada brand Sharp langsung anjlok. Kondisi Sharp memang berada pada tepi kebangkrutan selama bertahun – tahun, namun bank masih bisa menebusnya, krisis yang dialami Sharp ini terjadi pada 2015.

Sanyo

Sanyo pernah menjadi salah satu produsen elektronik konsumen terbesar ketiga di Jepang yang menjual produk baterai ponsel dan beberapa peralatan rumah tangga. Produk peralatan rumah tangga dengan brand Sanyo juga populer di Indonesia. namun pada tahun 2000, perusahaan asal Jepang tersebut mengalami goncangan  krisis yang berkepanjangan dan bergulat pada persaingan bisnis dengan China dan Korea Selatan. Selain itu, kondisi tersebut juga dikarenakan penguatan yen yang membuat ekspor Jepang menjadi lebih mahal dan  pada akhirnya di tahun 2009 Panasonic mengambil alih Sanyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.