Beranda » Pengiriman Tenaga Medis Indonesia ke Jepang Perlu Ditambah

Pengiriman Tenaga Medis Indonesia ke Jepang Perlu Ditambah

  • oleh

Salah satu kegiatan yang menjadi prioritas Badan Nasional  Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di tahun 2017 ini adalah perluasan penempatan TKI formal (terampil) ke berbagai negara tujuan penempatan. Salah satunya adalah Jepang.

BNP2TKI menginginkan menambah kuota pengiriman perawat dan tenaga kesehatan Indonesia untuk dikirim ke Jepang. Hal ini mengingat Indonesia memiliki tenaga perawat dan kesehatan yang dianggap sangat memuaskan dibandingkan dengan negara lain, terutama dari Filipina dan Vietnam.

Pengiriman perawat, carewalker dan caregiver merupakan suatu implementasi dari Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang sudah dilakukan sejak 2007 antara pemerintah RI dan Jepang. Kerjasama ini bisa dilakukan dalam bentuk kerjasama semua barang dan jasa yang secara bebas masuk ke Indonesia dan sebaliknya. Jadi hal  ini  membuat Indonesia secara bebas  dapat mengirimkan tenaga perawat dan kesehatan ke Jepang, menurut kepala BNP2TKI.

Menurutnya, seharusnya Indonesia dapat mengirimkan tenaga perawat yang lebih banyak lagi. Namun dalam pelaksanaannya, penggunanya terbatas yaitu hanya sekitar 500 perawat pada setiap tahunnya. Agar seimbang dengan remitansi yang masuk ke negara Indonesia, minimal sekitar 2000 perawat.

Kunjungan Nusron bersama tim BNP2TKI, Kementrian Luar Negeri dan KJRI Osaka di Osaka dalam rangka pertemuan intensif dengan The Overseas Human Resources and Industry Deleopment Assosiation (HIDA), Japan International Corporation of Welfare Services, dan para pengguna tenaga kerja Indonesia yang sudah tergabung dalam Japan Indonesia Bisnis Assosiation (JIBA).

Menurut Nusron, sebenarnya Indonesia memiliki tingkat kualitas tenaga kerja perawat dan tenaga kesehatan yang sangat baik. Namun hal ini ternyata tidak membuat pihak Jepang atraktif dalam menanggapinya.

Dikarenakan masih adanya hambatan dari para tenaga kesehatan Indonesia dibandingkan negara Asia lainnya seperti Vietnam dan Filipina yaitu kemampuan bahasa Jepang yang tidak mudah. Tenaga kerja Indonesia harus terlebih dahulu melalui tahapan bahasa yang cukup lama dan rumit sebelum mereka dapat langsung bekerja. Untuk bisa terjun ke dunia kerja, tenaga kerja Indonesia harus terlebih dahulu melewati level N4, N3, dan N2 untuk bisa setara dengan Vietnam. Untuk mencapainya juga membutuhkan waktu yang cukup lama yang membuat kebanyakan tenaga kerja Indonesia kurang berminat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.