NIINDO – Perusahaan Tenaga Listrik Tokyo (TEPCO), operator PLTN Fukushima Daiichi yang rusak, mengatakan akan melaksanakan uji coba pengambilan puing bahan bakar pada Kamis (22/08/2024) dari salah satu reaktor yang mengalami pelelehan pada tahun 2011.
Puing-puing tersebut merupakan campuran bahan bakar nuklir yang meleleh dan bagian-bagian struktur reaktor. Diperkirakan ada total 880 ton puing seperti itu di reaktor nomor 1, 2, dan 3, yang mengalami pelelehan akibat bencana gempa dan tsunami tahun 2011.
Pembersihan puing-puing bahan bakar dikatakan sebagai tahapan paling menantang dalam pembongkaran pembangkit listrik yang rusak tersebut karena puing-puing itu memancarkan radiasi tingkat tinggi yang menghambat pekerjaan.
Baca juga : Acara Peringatan Hari Kemerdekaan di Garuda Cafe Meriah dengan Berbagai Perlombaan Seru
TEPCO dan pemerintah Jepang berencana untuk memulai uji coba pertama di reaktor No. 2. Pada Jumat (16/08/2024) lalu, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang mengeluarkan sertifikat yang menyatakan keselamatan, setelah melakukan inspeksi praoperasi.
TEPCO memulai pemeriksaan terakhir di lokasi pada Senin (19/08/2024). Sumber mengatakan, jika tidak ditemukan masalah, operator berencana untuk memulai pengujian pada Kamis dengan memasang alat penyingkir puing ke dalam pipa yang mengarah ke bagian dalam bejana pengungkung reaktor.
Baca juga : Topan Ampil yang Sangat Kuat Mendekati Kawasan Kanto di Jepang
Sebagian besar proses akan dilakukan melalui kendali jarak jauh. Diperkirakan akan memakan waktu setidaknya beberapa hari agar perangkat mencapai dasar bejana pengungkung, tempat puing-puing bahan bakar berada. Diperkirakan puing-puing akan dibawa ke luar bejana paling cepat pekan depan atau setelahnya.
Perhatian ditujukan apakah pengambilan puing-puing yang direncanakan itu akan berjalan lancar karena menurut rencana orisinal seharusnya dimulai pada tahun 2021.
Dikutip dari : NHK NEWS
