Beranda » Peringatan Gempa Besar Masih Berlaku

Peringatan Gempa Besar Masih Berlaku

NIINDO – Peringatan gempa besar dari Badan Meteorologi Jepang masih berlaku lima hari setelah dikeluarkan. Pejabat badan tersebut mengatakan mereka belum melihat adanya perubahan tidak teratur di kerak bumi tempat guncangan diperkirakan akan terjadi.

Badan tersebut mengeluarkan peringatan pada Kamis (08/08/2024) setelah gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Miyazaki di Jepang selatan. Gempa tersebut memicu tsunami yang mencapai kawasan Kyushu dan Shikoku, termasuk tsunami setinggi 50 sentimeter di Kota Miyazaki.

Para pejabat mengatakan adanya kemungkinan terjadinya gempa besar lebih tinggi daripada biasanya di sepanjang Palung Nankai, yang membentang dari Prefektur Shizuoka di sebelah barat Tokyo hingga ke ujung selatan Kyushu.

Baca juga : Badai Tropis Maria Berubah Menjadi Depresi Tropis

Gempa hari Kamis mencatat intensitas maksimum 6 lemah pada skala Jepang dari 0 hingga 7 di Kota Nichinan. Intensitas 5 kuat tercatat di sejumlah area Prefektur Miyazaki dan Prefektur Kagoshima di dekatnya.

Sejak Kamis, sejumlah gempa telah teramati di Laut Hyuganada di lepas pantai Miyazaki dan perairan di lepas pantai Semenanjung Osumi di Kagoshima.

Badan tersebut mengatakan aktivitas seismik kecil di Semenanjung Kii dan di Teluk Ise di Jepang barat telah memengaruhi pembacaan pengukur regangan yang ditempatkan di dekatnya. Namun, badan itu mengatakan hal ini bukanlah hal yang tidak biasa.

Baca juga : Festival Awa Odori Digelar Bersamaan Peringatan Gempa Besar

Badan tersebut mengatakan peringatan yang dikeluarkannya bukan berarti bahwa gempa pasti akan terjadi dalam jangka waktu tertentu. Namun, badan tersebut telah meminta 707 pemerintah kota di 29 prefektur, yang membentang dari sekitar Tokyo di timur hingga Okinawa di selatan, untuk bersiap menghadapi kemungkinan bencana.

Pihak berwenang mengatakan masyarakat harus memastikan perabotan rumah tangga seaman mungkin serta mencari tahu lokasi tempat evakuasi terdekat.

Rumah tangga dengan anak kecil, orang lanjut usia, dan penyandang disabilitas disarankan untuk mempertimbangkan evakuasi sukarela.

Dikutip dari : NHK NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.