NIINDO – Gempa bermagnitudo 6,6 mengguncang Jepang barat pada Rabu (17/04/2024) malam. Gempa ini dilaporkan tidak memicu tsunami.
Gempa terjadi sekitar pukul 23.14 waktu setempat. Guncangan terkuat dirasakan di prefektur Ehime dan Kochi di wilayah Shikoku. Otoritas mengatakan gempa tersebut tercatat pada tingkat 6 lemah berdasarkan skala seismik Jepang dari nol hingga tujuh. Menjadikannya sebagai gempa terkuat di wilayah tersebut sejak sistem skala ini diterapkan pada tahun 1996.
Warga mulai membersihkan puing-puing genting dan dinding yang tersebar di jalan perbelanjaan di Kota Uwajima di Ehime pada Kamis (18/04/2024).
Pipa air dan tiang listrik juga rusak di tempat lain. Ada juga laporan tentang puing-puing yang menghalangi beberapa jalan.
BACA JUGA : Jepang Siapkan RUU untuk Denda Raksasa TI yang Hambat Persaingan
Batuan dan pepohonan yang tumbang memaksa JR Shikoku menghentikan beberapa layanan kereta hingga Kamis.
Pihak berwenang mengatakan hanya beberapa orang yang mengalami cedera ringan, seperti terjatuh, dan telah dirawat di rumah sakit.
PLTN di wilayah tersebut juga stabil. Tidak ada masalah besar yang dilaporkan di PLTN Ikata di Ehime, maupun PLTN Sendai di Prefektur Kagoshima. Tingkat radiasi di keduanya dilaporkan dalam kondisi stabil.
Gempa tersebut memunculkan kembali kekhawatiran akan potensi gempa besar. Gempa ini berpusat di Selat Bungo yang merupakan bagian dari Palung Nankai. Para ahli memperkirakan gempa besar akan terjadi dalam 30 tahun ke depan. Namun, seorang pakar mengatakan gempa pada Rabu itu mungkin tidak ada kaitannya.
Profesor Satake Kenji dari Institut Penelitian Gempa Universitas Tokyo meyakini penyebab gempa ini berbeda dengan yang terjadi di Palung Nankai. Ia menambahkan bahwa gempa tersebut berasal dari Lempeng Laut Filipina yang sedikit turun.
Otoritas menyerukan kewaspadaan dengan mengatakan lebih banyak gempa mungkin akan terjadi di wilayah tersebut dalam sepekan mendatang.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
