NIINDO.COM – Lima pekan setelah gempa berkekuatan 7,6 yang mengguncang Semenanjung Noto, Jepang tengah, pada Hari Tahun Baru, warga mengharapkan komunitas lokal kembali aktif.
Sekitar 200 bangunan hancur setelah kebakaran besar terjadi di Kota Wajima karena gempa. Sebuah jalan yang terkenal dengan pasarnya itu sebelumnya menarik wisatawan dan penduduk lokal.
Beberapa pemilik kios telah mengungsi ke Kota Kanazawa. Mereka mengadakan pertemuan pada Selasa (06/02/2024) untuk membahas cara memulai kembali bisnisnya. Mereka memutuskan untuk mengadakan pasar pagi di tempat parkir di Pelabuhan Kanaiwa, di kota itu. Para pedagang mengatakan akan mempertimbangkan untuk menjadikan pasar pagi itu sebagai acara rutin.
Baca juga : Konsultasi Multibahasa untuk Warga Asing yang Terdampak Gempa
Masyarakat masih harus bergulat dengan aktivitas pembersihan. Sekitar 55.000 rumah hancur atau rusak parah. Para pejabat memperkirakan ada 2,4 juta ton sampah dan puing tersebar di Prefektur Ishikawa.
Dalam situasi normal, wilayah tersebut membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menghasilkan sampah sebanyak itu. Para pejabat berencana untuk mengangkut sebagian dari sampah tersebut ke fasilitas di luar prefektur. Para pejabat memperkirakan butuh waktu sekitar dua tahun untuk membuang semua sampah dan puing tersebut.
Dikutip dari NHK News Japan
