NIINDO.COM – Para pejabat Jepang dalam siaga tinggi dengan mulainya penyebaran virus korona varian Omicron di tengah masyarakat.
Penularan Omicron yang tidak dapat dilacak terdeteksi di Osaka, Kyoto, Tokyo, dan Fukuoka. Orang-orang yang tertular tersebut tidak pergi ke luar negeri dalam beberapa waktu terakhir.
BACA JUGA : Kejahatan Di Jepang Turun, Tetapi Penipuan Lewat Telepon Naik
Transmisi komunitas pertama di Fukuoka dipastikan pada Sabtu (25/12/2021). Pria yang terinfeksi itu sebelumnya berada di Osaka dan Kyoto hingga dua hari sebelum mengalami gejala. Para pejabat tengah menyelidiki apakah ia tertular varian tersebut di sana.
Pemerintah daerah Osaka, Kyoto, dan Tokyo mulai mengizinkan warga menjalani tes virus secara gratis, meskipun mereka tidak memiliki gejala apa pun.
Rata-rata mingguan jumlah kasus harian virus korona tengah meningkat. Risiko penularan bertambah selama masa liburan Tahun Baru karena banyak orang melakukan perjalanan dan menghadiri pertemuan.
Para pejabat pemerintah pusat khawatir varian Omicron bisa menyebar cepat dan memberi tekanan pada sistem medis. Mereka bekerja bersama para pejabat pemerintah daerah untuk mengamankan ranjang rumah sakit dan meningkatkan kemampuan tes.
