NIINDO.COM – Perdana Menteri Jepang Suga Yoshihide mengungkapkan bahwa memperkuat sistem medis merupakan prioritas utama untuk melindungi nyawa rakyat.
Suga memimpin pertemuan satgas pemerintah untuk respons virus korona pada Rabu (25/08/2021). Ia mengatakan bahwa kasus harian di Jepang terus mencatat rekor tertinggi dan pusat kesehatan serta layanan medis juga terus mengalami tekanan berat.
Suga menjabarkan langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi sistem medis. Ia mengatakan pemerintah akan membentuk sistem agar pasien yang tengah menjalani pemulihan di rumah bisa dipantau kondisinya, baik melalui kunjungan langsung maupun telepon, oleh dokter yang pertama kali memberikan pemeriksaan hingga pusat kesehatan masyarakat bisa menangani mereka.
Langkah lainnya adalah memastikan ketersediaan institusi medis dengan peralatan canggih untuk menangani wanita hamil yang tertular virus korona jika terjadi kondisi darurat.
Suga juga menyebutkan rencana untuk mempersiapkan lebih banyak fasilitas medis sementara, misalnya dengan memasang alat bantu oksigen di fasilitas-fasilitas besar selain rumah sakit.
Ia mengungkapkan bahwa pengobatan dengan koktail antibodi memiliki efek yang tinggi untuk mencegah pasien virus korona mengalami gejala serius. Pengobatan ini telah diberikan kepada sepuluh ribu pasien di 1.400 institusi medis.
Suga menambahkan bahwa pemerintah akan memperluas penggunaan koktail antibodi untuk pasien rawat jalan. Pemberian obat tersebut saat ini dibatasi untuk pasien rawat inap.
PM Suga menekankan bahwa langkah-langkah pencegahan penularan akan diterapkan di sekolah-sekolah begitu semester baru dimulai.
Langkah ini mencakup pendistribusian sekitar 800.000 perangkat tes antigen ke TK, SD, dan SMP, serta memanfaatkan lokasi vaksinasi skala besar untuk memvaksin para guru dan staf.
Suga juga mengatakan bahwa pemerintah akan menetapkan pedoman bagi pemerintah daerah dan sekolah-sekolah untuk merespons jika ada penularan yang terkonfirmasi di sekolah-sekolah, termasuk mengidentifikasi orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan mereka yang tertular dan meliburkan sekolah untuk sementara.
Suga menyebutkan bahwa varian Delta sangat mudah menular. Ia mengungkapkan dibutuhkan kerja sama lebih lanjut dari masyarakat untuk melewati krisis ini
