NIINDO.COM – Di Jepang umat muslim melakukan unjuk rasa untuk memprotes sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron atas karikatur Nabi Muhammad
Dikutip dari NHK, sekitaran 300 orang diadakan berkumpul untuk berunjuk rasa dekat Kedutaan Besar Prancis di Tokyo pada hari Jumat (30/10/2020).
Di Dalam aksinya, mereka membawa poster berisi kecaman atas pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron, di antaranya adalah “Boikot Produk Prancis”.
Dan Seorang pria Pakistan yang datang dari Prefektur Chiba, dekat Tokyo, mengatakan dia terluka oleh penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Baca juga : UNESCO Resmi Tetapkan 3 Cagar Biosfer Baru di Indonesia
Dia juga ingin Kedutaan Prancis di Tokyo mengetahui sikap tegas dan protes keras dari umat Muslim di Tokyo.
Dari Pihak penyelenggara unjuk rasa juga mengatakan bahwa ,meskipun kekerasan tidak dapat ditoleransi, umat Islam marah dengan karikatur karena berada di luar ruang lingkup kebebasan berekspresi. Dan juga dia menekankan perlunya saling memahami negara, budaya dan agama.

sumber : google.com
Pada tanggal 16 Oktober lalu telah terjadi pemenggalan guru sekolah menengah bernama Samuel Paty oleh seorang asal Chechnya sehingga menyebabkan keterkejutan mendalam di Prancis.
Pemenggalan ini dilatari sikap Samuel Patty yang menunjukkan beberapa gambar kartun Nabi Muhammad kepada para murid di depan kelas. Dalam kartun itu digambarkan 12 orang dibantai di majalah satir Charlie Hebdo pada tahun 2015.
Setelah kematian Samuel Paty, seorang guru di Prancis yang membahas kartun Nabi Muhammad SAW di kelas, Presiden Macron menegaskan pemerintah bersama rakyat Prancis akan terus mempertahankan nilai-nilai kebebasan yang jadi dasar terbentuknya republik.
Lewat pidatonya yang disampaikan di Les Mureaux bahwa , Macron menyebut ancaman masyarakat Prancis adalah ‘Islam separatis’. Istilah itu, menurut Macron, merujuk pada sekelompok penganut Islam ekstremis/fanatik yang ‘melenceng’ dari nilai-nilai republik.
Macron berujar sang guru “dibunuh karena kaum Islamis menginginkan masa depan kita”. Ia juga sempat berujar bahwa “Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia”.
Protes dan Kecaman dari Indonesia
Pernyataan Macron menuai banyak kritik dan protes dari dunia Muslim di banyak negara termasuk Indonesia.
Presiden RI Joko Widodo Sabtu (31/10) mengecam tentang pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai memicu kemarahan umat Islam di berbagai belahan dunia.
“Indonesia mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia. Indonesia mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik,” tegas Joko Widodo usai bertemu beberapa pemuka agama di Istana Negara, Jakarta. (Andy Lala)
Baca juga : Jepang Targetkan Bebas Karbon 2050
Tonton juga :
