ホーム Business Sambut Presidensi G20 Tahun 2022, Kemnaker Agendakan Empat Isu Prioritas

Sambut Presidensi G20 Tahun 2022, Kemnaker Agendakan Empat Isu Prioritas

157
0

NIINDO.COM – Pemerintah Indonesia menyodorkan empat isu prioritas untuk diusung Presidensi Indonesia di ajang G20 Tahun 2022 untuk bidang Ketenagakerjaan dengan tajuk Improving the Employment Condition to Recover Together (Memperbaiki Kondisi Ketenagakerjaan untuk Kembali Pulih Bersama).

BACA JUGA : Selamatkan 3 ABK Indonesia, Dubes Heri Berikan Penghargaan Kepada Awak Kapal Latih AL Jepang JS Kashima 3508

Keempat isu priortas tersebut yang akan diajukan dalam forum G20 tersebut yakni Sustainable Job Creation Towards Changing World of Work (Penciptaan Lapangan Kerja yang Berkelanjutan dalam Menghadapi Perubahan Dunia Kerja); Inclusive Labour Market and Job Quotas for people with Disabilities (Pasar Tenaga Kerja Inklusif dan Kuota Kerja bagi Penyandang Disabilitas); Human Capacity Development for Sustainable Growth of Productivity (Pengembangan Kapasitas Manusia untuk Pertumbuhan Produktivitas yang Berkelanjutan); dan Adaptive Labour Protection in the Changing World of Work (Perlindungan Tenaga Kerja Adaptif terhadap Perubahan Dunia Kerja).

“Kita semua sudah melalui banyak diskusi dalam rangka kurasi, pengayaan, dan pemantapan keempat isu tersebut untuk bisa sampai ke hari ini,” ujar Skretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, saat membuka Rapat Koordinasi Pembahasan Substansi Persiapan Pertemuan Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan G20 Presidensi Indonesia 2022 di Jakarta, Selasa (31/8/2021).

Anwar Sanusi menambahkan, sejalan empat isu prioritas tersebut, maka diperlukan pendekatan dan sasaran kebijakan yang bertujuan untuk menciptakan pasar kerja yang berkelanjutan dan inklusif; meningkatkan kompetensi dan keterampilan angkatan kerja; serta memastikan perlindungan yang adaptif bagi semua pekerja di masa pemulihan dan era otomatisasi.

“Pendekatan lainnya yakni meningkatkan aksi kolektif global dalam rangka pemulihan sektor ketenagakerjaan akibat pandemi,” ujar Anwar Sanusi

Menurut Anwar Sanusi (sumber kemenaker), pandemi COVID-19 telah mempengaruhi kondisi ketenagakerjaan secara global. Kondisi ini menyebabkan peningkatan kehilangan jam kerja sebesar 8,8 persen atau setara dengan 225 juta pekerjaan penuh waktu.

返事を書く

あなたのコメントを入力してください。
ここにあなたの名前を入力してください