Beranda » Pakar Hukum Menilai Ada Ketidak Laziman Proses Hukum Kasus Ahok

Pakar Hukum Menilai Ada Ketidak Laziman Proses Hukum Kasus Ahok

  • oleh

Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI), Teuku Nasrullah mengaku masih heran dengan langkah yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahja Purnama atau kerap disapa Ahok sebagai terpidana kasus tersebut, yang belum lama ini mencabut banding.

Menurut Nasrullah , dalam kasus tersebut terjadi sedikit ketidaklaziman dalam penegakan hukum. Kemudian ia menjelaskan dalam penegakan hkum yang selama ini ia alami, menurutnya belum ada jaksa yang mengajukan banding karena keberatan atas hukuman yang dijatuhkan hakim kepada terpidana.

“Saya belum pernah mendengar ada sebuah putusan hakim yang dinyatakan banding oleh jaksa atas putusan yang menghukum lebih berat dari yang dituntut oleh jaksa, belum pernah banding, belum pernah mendengar, baru sekali ini saya mengetahui kejadian seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya ada suatu ketidaklaziman yang terjadi. Terlebih lagi dalam kasus Ahok  ini, majelis hakim memvonis lebih tinggi dari tuntutan jaksa. Ia pun menjelaskan bahwa dalam kasus hukum, biasanya jaksa akan banding apabila hukuman yang dijatuhkan oleh hakim sepertiga dari tuntutanya.

Nasrullah  juga menambahkan “diluar kelaziman hukum tidak pernah terjadi,  yang saya pahami tidak pernah terjadi, justru jaksa banding kalau putusan hakim kurang dari pertiga yang ia tuntut. Baru kali ini dalam sejarah yang saya ketahui ini kejadian yang menyimpang dari kelaziman penegakan hukum di Indonesia.

Menurutnya, ketidaklaziman penegakan hukum dalam kasus tersebut memang terlihat dan dirasa aneh. Dan baru pertama kalinya ia mengetahui proses hukum semacam itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.