Beranda Healty Hingga Akhir Januari, Jepang Tutup Masuknya Warga Asing Akibat Covid 19 Baru

Hingga Akhir Januari, Jepang Tutup Masuknya Warga Asing Akibat Covid 19 Baru

54
0
Kota Metropolitan Tokyo. Foto Andylala

NIINDO.COM – Pemerintah Jepang resmi melarang masuk semua warga negara asing guna memblokir penyebaran strain baru Virus Covid-19 yang bermula dari Inggris.

Dikutip dari Nikkei Asia, Pemerintah menyatakan akan melarang masuk pengunjung dari semua negara untuk mencegah penyebaran jenis virus corona Inggris yang lebih cepat menular. Larangan itu berlaku mulai Senin 28 Desember 2020 hingga akhir Januari 2021.

Menurut catatan pemerintah, hingga Jumat (25/12), lima orang yang melakukan perjalanan dari Inggris dipastikan terinfeksi virus corona jenis baru tersebut.

Sejak Oktober, Jepang sudah mengizinkan masuk warga asing yang tinggal setidaknya selama 3 bulan, dengan syarat mereka harus melakukan karantina selama 14 hari.

Baca juga : Jepang Punya Rahasia Panjang Umur dan Sehat Dengan Berendam Air Panas di Onsen

Tapi munculnya virus baru tersebut mendorong pemerintah untuk mencabut Inggris dari daftar pada Kamis lalu dan Afrika Selatan pada Sabtu. Dengan demikian, mulai Sabtu ini, penerbitan semua visa jangka panjang akan ditangguhkan.

Permintaan karantina 14 hari akan berlaku bagi semua orang Jepang yang kembali dari luar negeri.

Sebelum membuat keputusan resmi ini, Perdana Menteri Yoshihide Suga terlebih dahulu membahas tanggapan terhadap deteksi virus jenis baru ini dengan para pejabat Kementerian Kesehatan Jepang.

Suga telah memberi isyarat pada Jumat kemarin, bahwa dia akan mengeluarkan langkah-langkah baru untuk menahan penyebaran strain baru.

Selain Inggris, strain baru corona telah terdeteksi di Italia, Belanda, Denmark, Australia dan Jerman. Varian tersebut dinilai 70% lebih menular daripada jenis aslinya tetapi tampaknya tidak membuat orang lebih sakit.

Sebelumnya tak hanya Jepang, sejumlah negara Asia juga turut melarang penerbangan dari Inggris karena khawatir penyebaran mutasi baru virus corona ini.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato juga sudah lebih dahulu mengumumkan larangan sementara penerbangan dari Inggris mulai Kamis (24/12).

Ototoritas Kesehatan Jepang melaporkan, ada 3.881 kasus penularan virus korona dalam 4 hari terakhir, diikuti dengan 47 kasus kematian.

Sejak Selasa lalu, Singapura, Filipina, dan Korea Selatan juga telah memberlakukan larangan serupa. Sedangkan, India dan Hong Kong telah sudah duluan menangguhkan penerbangan dari Inggris.

Filipina juga melarang sementara semua penerbangan dari Inggris mulai Kamis hingga 31 Desember mendatang.

di Prefektur Tokyo, terdapat 949 kasus pada Sabtu (26/12). Sebelumnya kisaran penularan harian selama tujuh hari berturut-turut mencapai 700 an kasus. Ini merupakan rekor baru untuk pertama kalinya, menurut penghitungan berdasarkan data resmi.

Sementara itu, Osaka mengkonfirmasi ada 299 infeksi pada Sabtu (26/12). Prefektur Saitama dan Aichi masing-masing melaporkan terdapat 265 kasus.

Angka infeksi harian terbaru di Tokyo melampaui rekor sebelumnya yaitu 888 yang tercatat pada Kamis (24/12). Sehingga total kumulatif Tokyo menjadi 55.851 kasus.

Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit dengan gejala serius di Tokyo mencapai 81 orang sejak Jumat (25/12)(Andylala)

Baca juga : Salju Tebal Bakal Menutup Tahun 2020 di Jepang

Tonton juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here