Shinkansenku Sayang yang Malang

0
314
views

NIINDO.COM – Shinkansen merupakan moda transportasi primadona bagi wisatawan. Namun sekarang karena pandemi Corona, Shinkansen mulai sepi ditinggalkan penumpang.

Beberapa bulan ini, area Stasiun Tokyo yang melayani penumpang Shinkansen dengan destinasi lokal tampak sepi, tak seramai biasanya. Penumpang yang biasanya antre membeli kotak nasi bento berbentuk kereta Shinkansen, kini sudah tidak nampak lagi.

“Saya melihat lebih banyak petugas kebersihan yang turun dari kereta daripada penumpangnya,” kata Tara Aoki, pegawai outlet fast food di Stasiun Tokyo, seperti dikutip detikTravel dari The Washington Post, Selasa (13/10/2020).

Ya, karena  pandemi COVID-19, kereta Shinkansen mulai sepi penumpang. Akibatnya, kedua perusahaan kereta api besar penyedia Shinkansen di Jepang yaitu East Japan Railway dan West Japan Railway merugi dalam jumlah yang tidak sedikit.

Kerugian tersebut termasuk yang terbesar sejak jaringan kereta api di Jepang diprivatisasi pada tahun 1987. Nilai kerugian yang diderita East Japan Railway ditaksir mencapai 418 Miliar Yen. Sedangkan nilai kerugian yang diderita West Japan Railway mencapai 198,4 Miliar Yen.

Sumber : google.com
Baca juga: Gegara Corona, Jepang Bikin Vending Machine yang Dioperasikan Pakai Kaki
 

Beberapa foto yang diunggah di media sosial menunjukkan betapa sepinya kereta Shinkansen. Bahkan ada yang satu gerbong cuma diisi satu orang penumpang . Serasa seperti naik kereta Shinkansen pribadi.

Sampai-sampai pemerintah Jepang meluncurkan kampanye nasional untuk mendorong wisata domestik, dengan bertujuan orang-orang Jepang mulai menggunakan lagi kereta cepat Shinkansen. Pemerintah Jepang juga mensubsidi 50% biaya transport orang-orang yang mau liburan di dalam negeri.

“Ini mungkin karena sudah tidak mungkin lagi untuk kembali ke era sebelum ada COVID-19,” kata Yoshitaka Watanabe, Manajer Marketing East Japan Railway.

Baca juga: Asyik, Universal Studio Jepang Bakal Punya Taman Bertema Nintendo
 

Di bulan Agustus pun, penumpang East Japan Railway anjlok sampai 74% jumlahnya dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 lalu. Hal tersebut juga berdampak kepada harga saham kedua perusahaan, baik East JR maupun West JR, turun sebesar 33% dan 29,5%.

Seorang Hiroshige Muraoka, peneliti dari Nomura Research Intitute, keadaan ini tentu akan membuat operator Shinkansen kesulitan untuk kembali mencatatkan laba, bahkan nanti ketika pandemi Corona sudah berakhir.

Dari jumlah wisatawan internasional yang ke Kyoto saja bulan Juli ini anjlok hingga 99,8%. Nyaris tidak ada turis yang berkunjung ke area ini selama 4 bulan berturut-turut. Beberapa pemilik bisnis wisata sampai sahur menutup tokonya selama pandemi Corona berlangsung.

Salah satu cara yang  ditempuh East JR adalah melebarkan sayap ke bisnis logistik domestik, terutama untuk pengiriman makanan antar regional, serta buah-buahan kepada para pelanggan Shinkansen

 

Tonton juga:

 

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here