Pemerintah Jepang Larang Mafia Yakuza Beri Permen ke Anak-anak

0
273
views

NIINDO.COM – Pemerintah Jepang keluarkan kebijakan baru Jelang perayaan Halloween . Yaitu semua anggota mafia Yakuza dilarang beri permen ke anak-anak.

Negara Jepang terkenal dengan organisasi kriminal bernama Yakuza. Organisasi ini sering disebut sebagai mafia Jepang yang melakukan banyak tindak kejahatan yang terorganisir.

Baca Juga: Kisah Petani yang Tinggal di Tengah Bandara Narita Jepang

Di seluruh Jepang terhitung ada lebih dari 180 ribu anggota Yakuza. Meski penuh dengan kesan menyeramkan, tapi jelang perayaan Halloween, para mafia ini biasanya akan merayakannya dengan anak-anak.

Dilansir dari Sora News (09/10), dalam tradisi Halloween yang diadaptasi dari budaya Amerika ada yang ‘Trick or Treat’, anak-anak akan mengetuk pintu rumah orang-orang dan meminta permen atau cokelat.

Jepang sendiri, acara Trick or Treat ini biasanya dilakukan di satu festival atau dipusat perbelanjaan. Tak ketinggalan acara ini juga digelar di markas Yamaguchi-gumi, salah satu klan Yakuza terbesar di Jepang.

 

Mafia-mafia ini sudah membagikan permen dan cokelat gratis saat Halloween sejak tahun 2013. Markas yang terletak di kota Kobe ini mengajak anak-anak setempat untuk merayakan Halloween.

Namun  kebijakan baru ini dari pemerintah Jepang muncul. Majelis Prefektur Hyogo, yang mengatur kebijakan di kota Kobe meminta revisi Peraturan Pengecualian Kejahatan Terorganisir.

Kini sudah menjadi hal ilegal bagi para anggota kejahatan terorganisir, seperti Yakuza, untuk memberikan hadiah berupa uang atau permen ke anak-anak di bawah umur.

Kebijakan ini mulai berlaku pada tanggal 26 Oktober mendatang, setelah didiskusikan pada bulan Juli lalu.

tanpa alasan apapun mengapa pemerintah Jepang melarang Yakuza memberikan permen dan hadiah ke anak-anak lagi.

Sebelumnya tingkat kekerasan antara gang atau organisasi di Hyogo terus meningkat sejak tahun lalu.

Karenanya Prefektur Hyogo menjadi wilayah pertama di Jepang yang mengeluarkan hukuman spesifik, terutama untuk pelanggar hukum dengan ancaman enam bulan penjara atau denda 500,000 yen (Rp 69,5 juta).

Baca Juga: Jepang Buka Pintu untuk Turis di Tahun 2021?

Tonton juga :

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here