Debut Pertama Perdana Menteri Yoshihide Suga Dalam Majelis Umum PBB

0
62
views
Sumber : Google.com

NIINDO.COM – Pada hari Sabtu dalam debutnya di Majelis Umum PBB, Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan bahwa dirinya bersedia untuk bertemu dengan peimpin Kora Utara Kim Jong Un tanpa syarat apapun.

Suga, melakukan langkah tersebut guna untuk menyelesaikan masalah penculikan warga Negara Jepang dan mengenai program nuklir serta rudal Korea Utara yang berkembang. Suga berusaha untuk menyelesaikan apa yang pendahulunya Shinzo Abe tidak dapat untuk melakukannya.

Baca Juga : Jepang Mulai Membuka Diri Untuk Dunia Baru Tetapi Tidak Untuk Liburan

“Membangun hubungan konstruktif antara Jepang dan Korea Utara tidak hanya akan melayani kepentingan kedua belah pihak tetapi juga akan sangat berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional,” kata Suga dalam pidato yang direkam yang datang Jumat sore pada pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB di New York seperti yang dikutip dari The Japan Time.

“Saya tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengambil tindakan dengan semua dedikasi saya,” katanya.

Baca Juga : Jepang Berikan Dana Rp.84 Juta Kepada Warganya Yang Mau Menikah

Masalah penculikan merupakan isu yang telah lama ada dalam isu kebijakan luar negeri. Suga juga menyatakan bahwa dirinya telah bekerja dalam bidang penculikan dengan waktu yang lama dan hal ini tetap saja menjadi perhatian domestic besar di Jepang. Bahkan, dalam masa jabatan Abe juga pernah menawarkan untuk bertemu dengan Kim tetapi belum terlaksana.

Sumber : Google.com

Dalam debut internasionalnya kali ini, Suga sedang diawasi dengan ketat karena selama ini dia adalah orang yang selalu ada untuk Abe.

Pidatonya relatif mudah, tanpa retorika yang menggerangkan atau ide-ide yang sangat inovatif untuk meningkatkan hubungan berbatu Jepang dengan negara-negara yang diterornya dalam Perang Dunia II atau malaise ekonomi selama beberapa dekade.

Baca Juga : Tips & Trick Untuk Pelajar Asing Di Jepang

Bahkan dengan gangguan rantai pasokan dan pembatasan lintas batas lainnya yang disebabkan oleh pandemi, Suga menggarisbawahi pentingnya multilateralisme dan perdagangan bebas, dan bersumpah untuk mempromosikan reformasi Organisasi Perdagangan Dunia dan perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara lain.

“Penyakit novel coronavirus telah menarik kita ke dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang pada gilirannya telah membawa masyarakat internasional kembali ke kerjasama dari kecenderungannya menuju perpecahan dan isolasi,” katanya.

“Saya menyerukan kepada Anda semua untuk bersatu dalam solidaritas sehingga kita dapat mengubah krisis saat ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama kita,” tambahnya.

Sama seperti yang dia lakukan di dalam negeri dalam satu setengah minggu bahwa dia telah menjadi perdana menteri, Suga ingin menekankan bahwa dia akan melanjutkan upaya kebijakan luar negeri yang diperjuangkan Abe dalam pemerintahannya yang hampir delapan tahun.

Tonton Juga :

 

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here